Ancaman Candu Perilaku Buruk ditengah PSBB

0
45
Sumber Gambar : www.pexels.com
Advertisement

Wabah Corona menyebabkan perubahan banyak hal. Diantaranya adalah perubahan gaya hidup masyarakat yang menjadi terbatasi didalam rumah. Pebatasan tersebut menciptakan banyak waktu luang dan waktu luang ini akan membuat kita tergoda untuk melakukan perilaku buruk. Ketika perilaku buruk ini berkelanjutan akan menghasilkan candu perilaku buruk. Artikel ini akan membahas dari sudut pandang ahli mengenai candu perilaku buruk, prosesnya dan bagaimana penyembuhannya.

 

Apa itu Candu ?

Candu atau perilaku kecanduan (behavioral addiction) awalnya didefinisikan sebagai sebuah perilaku ketagihan akan zat adiktif (Leshner, 1997). Para ilmuwan ditahun 1995 telah menemukan bahwa candu telah berkembang menjadi hal-hal diluar zat-zat kimiawi seperti internet. Demi menghadapi masalah tersebut maka dibangunlah sebuah lembaga yang bernama Kimberly Young’s Center for Internet Addiction Recovery (Shek et al., 2016). Bahkan diketahui bahwa candu telah berkembang menjadi candu seksual, internet, game, konsumerisme, narkoba dan judi (Shaffer & Shaffer, 2016). Bisa terlihat bahwa candu sudah melebar dari candu obat kimiawi menjadi banyak jenisnya.

 

Bagaimana kita menjadi Pecandu?

Advertisement

Menjadi pecandu memerlukan proses, prosesnya cukup sederhana dimana kita melakukan sesuatu yang buruk dan mendapat kepuasan. Lalu karena kita merasa puas, kita ulangi sehingga menjadi kebiasaan. Lalu tanpa terasa, kebiasaan tersebut sulit kita hilangkan. Namun, durasi hingga sebuah kebiasaan menjadi sebuah candu sangat relatif bagi tiap orang tergantung dari budaya, pengalaman dls.

BACA JUGA  Penghinaan Indonesia Raya : Apa Sikap Kita?

 

Apa saja yang bisa menjadi Candu bagi kita?

Penjelasan mengenai pengertian candu yang telah di kembangkan menjadikan kita bisa beranggapan segala perilaku bisa menjadi candu bagi kita. Hal ini cukup berbahaya mengingat kita bisa terjerat dari sisi manapun.

Ketika PSBB, kombinasi antara waktu luang dan dorongan lingkungan untuk berperilaku negatif semakin besar. Contohnya sebagai berikut;

    1. Candu Seksual (Video porno)

Ditengah lockdown, ternyata akses masyarakat kepada website yang menampilkan konten pornografi juga semakin meningkat. Kesempatan ini dinilai sebagai lahan promosi bagi website tersebut. Tercatat sebuah website yang menampilkan konten pornografi berani memberikan layanan ekstra berupa penggratisan akses selama lockdown di Italia. Hal yang lebih buruk terjadi di India, dimana terjadi peningkatan akses pornografi anak dibawah umur.

    1. Candu Game

Beberapa provider game melihat bahwa kesempatan PSBB akan meningkatkan kebutuhan hiburan masyarakat. Hal ini terlihat dari salah satu server game (EA) di Amerika yang menjadi ramai semenjak lockdown diberlakukan. Pemain game di Android juga di tawarkan promo-promo yang mendorong mereka terus bermain ditengah pandemi Corona (pengadaan event dan pemberian token).

    1. Candu Belanja
BACA JUGA  Sebuah Renungan Ditengah Wabah Pandemi Corona

Ternyata PSBB tidak menghambat masyarakat untuk melakukan transaksi ekonomi, beberapa kalangan justru merasa dimudahkan dengan belanja online. Para toko online juga ikut menyambut dengan memberi embel-embel diskon, cashback, buy one gets one free, dan lain-lain. Sayangnya, hal ini malah mendorong masyarakat menjadi gelap mata dan konsumtif. Perilaku ini bisa menjerat masyarakat lebih jauh bahkan setelah lockdown selesai dilaksanakan.

    1. Candu Judi

Perjudian ternyata ikut meningkat, walau hal ini terpantau di wilayah Eropa dan Amerika, namun tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi pula di Indonesia. Beruntung bulan Ramadhan tiba, sehingga berpotensi mengurangi aktifitas ini. Namun beberapa saat yang lalu di kawasan Bintara, Bekasi ditangkap 27 orang yang berjudi sabung ayam (21/4).

Tentu setelah lockdown selesai dilaksanakan, bekasan candu pornografi, candu game, candu belanja dan candu judi akan tersisa didalam pikiran masyarakat. Candu ini tidak akan begitu saja menghilang. Kemungkinan akan bertambah buruk seiring dengan tekanan ekonomi yang akan mulai terasa setelah pandemi corona ini berlangsung.

 

Bagaimana menyembuhkan Candu Perilaku Buruk?

Tidak ada satu cara yang ampuh untuk menyembuhkan kecanduan akibat kebiasaan buruk. Kecanduan kimiawi masih dapat disembuhkan dengan cara mandiri (menghentikan konsumsi), namun kecanduan perilaku buruk lebih sulit disembuhkan. Cara paling mudah yang ditawarkan adalah dengan mengikuti therapi psikologi (Shaffer & Shaffer, 2016).

BACA JUGA  Media (Mainstream) adalah Musuh Masyarakat

Melindungi diri sendiri dan keluarga dari kecanduan perilaku buruk perlu dilakukan. Cara termudah adalah dengan meningkatkan komunikasi dan kepedulian agar mencegah perilaku buruk menjadi sebuah kebiasaan. Tentunya semua hal itu harus didasari dengan pendasaran yang masuk akal / rasional.

 

Daftar Pustaka Jurnal Ilmiah

Leshner, A. I. (1997). Addiction is a brain disease, and it matters. Science. https://doi.org/10.1126/science.278.5335.45

Shaffer, H. J., & Shaffer, P. M. (2016). Behavioral Addiction. In Encyclopedia of Mental Health: Second Edition. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-397045-9.00077-X

Shek, D. T. L., Yu, L., & Sun, R. C. F. (2016). Internet addiction. In Neuroscience in the 21st Century: From Basic to Clinical, Second Edition. https://doi.org/10.1007/978-1-4939-3474-4_108

 

Daftar Pustaka Media Massa

https://english.manoramaonline.com/news/nation/2020/04/13/demand-child-porn-surged-lockdown.html di akses tanggal 26 April 2020 pukul 01:24

https://news.detik.com/dw/d-4978294/pandemi-corona-tingkatkan-risiko-kecanduan-judi-online di akses tanggal 26 April 2020 pukul 01:24

https://finance.yahoo.com/news/coronavirus-world-turning-to-video-games-150704969.html di akses tanggal 26 April 2020 pukul 01:24

https://www.news18.com/news/india/after-centre-now-up-freezes-da-hike-for-its-16-lakh-govt-employees-2592797.html di akses tanggal 26 April 2020 pukul 01:24

https://www.sheknows.com/health-and-wellness/articles/2177039/pornhub-coronavirus-data/ di akses tanggal 26 April 2020 pukul 01:24

https://www.theguardian.com/society/2020/apr/24/growth-in-problem-gambling-amid-coronavirus-lockdown di akses tanggal 26 April 2020 pukul 01:24

Advertisement