The Dead Returns (Novel Ringan)

The Dead Returns (Novel Ringan)

Advertisements

The Dead Returns (Novel Ringan)

The Dead Returns: Pernahkah anda terpikir ketika diri anda terbunuh, anda diberi kesempatan membalas dendam dengan hidup kembali? Namun, pembalasan dendam bukanlah hal yang mudah, terlebih ketika anda tidak mengetahui pembunuh anda. Inilah ide singkat dalam Novel The Dead Return (Novel Ringan) karya Akiyoshi Rikako.

Advertisements

The Dead Returns: Perjalanan Mencari Pembunuh

Dalam kisah ini anda akan tersesat dalam tubuh baru, toh tubuh asli anda sudah mati, sehingga anda mencari kebenaran dengan tubuh seseorang. Dalam Novel ini akan seperti sedang mengikuti permaian game Galge (Game Menaklukan Wanita) atau game RPG seperti Final Fantasy. Dimana anda bertanya dan mengumpulkan informasi dari tiap-tiap orang di sekitar anda.

Tantangan: Tebak Pembunuhnya Di Pertengahan Novel!

Bagi anda yang membaca novel ini, akan terasa perbedaan proses pengumpulan fakta dengan novel Holy Mother dan Girl in The Dark. Pada Novel Holy Mother, kita sudah di suguhkan tersangka utama, walau ada satu tersangka “bayangan” lainnya, sehingga kita hanya tertarik proses ending atas nasib tersangka utama. Pada Novel Girl in The Dark, kita sudah terpaku kepada delapan tersangka (Sembilan ketika korban menjadi tersangka dengan cara membunuh diri) dan berfokus memilih diantara mereka.

BACA JUGA  Absolute Justice (Novel Ringan)

Tetapi, dalam novel The Dead Return, anda diberikan satu persatu data sehingga anda bisa membuat kesimpulan dipertengahan novel. Tentu saja, anda boleh berandai-andai tetapi sang Novelis-lah yang menentukan. Jangan kecewa jika anda salah menebak, tetapi jika anda benar menebak ketika di pertengahan pembacaan (seperti saya yang mereview), silahkan beri komentar dan alasan jenius anda.

Ending Kurang “Nendang”

Walau demikian, saya sebagai reviewer (dan beberapa kawan dari Reviewku.id) cukup kecewa dengan ending yang diberikan oleh Akiyoshi Rikako. Walau cukup detail hingga 4/5 bagian novel, proses pemberian ending terbilang terburu-buru seakan ia kejar tayang. Beberapa waktu juga saya dengar ada sistem manajemen penulis yang cukup ketat sehingga sebuah naskah harus selesai tenggat waktu.

Beratnya kisah penulis novel dapat anda hayati di anime My Roommate is a Cat yang kebetulan sudah tayang di Muse Indonesia.

Walau demikian, secara keseluruhan novel ini masih “worth it” untuk dibaca.

Advertisements

KATEGORI
TAGS
Share This

KOMENTAR

Wordpress (0)