Bahaya Lahar Dingin Semeru

Bahaya Lahar Dingin Semeru

Advertisements

Lahar Dingin

Bahaya Lahar Dingin Semeru: Lahar (dari bahasa bahasa Jawa: ꦮ꧀ꦭꦲꦂ, translit. wlahar) adalah aliran material vulkanik yang biasanya berupa campuran batu, pasir dan kerikil akibat adanya aliran air yang terjadi di lereng gunung (gunung berapi). Lahar sebenarnya dipakai di dunia internasional sebagai penggambarkan turunnya lumpur dalam intensitas tinggi akibat letusan gunung berapi. Sementara di Indonesia di pakai dalam dua artian, yaitu Lahar Dingin dan Lahar Panas (magma).

Lahar Dingin Semeru (Sumber: Media Indonesia)

Advertisements

Lahar dingin atau Longsor Lumpur Ekstrim mampu mengakibatkan berpindahnya jutaan meter kubik lumpur dari puncak gunung ke wilayah pemukiman. Beberapa kasus di luar negeri, Lahar di picu oleh melelehnya salju di puncak gunung. Sementara di Indonesia lebih banyak di picu oleh hujan.

Bahaya Lahar Dingin Semeru

Lahar di kenal amat ganas karena mampu “menenggelamkan” sebuah kota dan bahkan peradaban. Tercatat Candi Sambisari adalah sebuah kuil Hindu abad ke-9 yang terletak di Dusun Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kuil itu terkubur sekitar lima meter di bawah tanah yang di perkirakan akibat erupsi Gunung Merapi.

Bahaya Lahar Dingin Semeru

Candi Sambisari yang terendam Lahar Dingin Merapi setinggi 6.5 s.d 5 Meter pada Abad ke-9

Lahar Dingin amatlah ganas terutama apabila di kombinasi dengan musim hujan, dimana aliran air dari puncak gunung ke wilayah dataran meningkat. Tercatat banjir lahar dingin pada letusan Gungung Galunggung tahun 1982 mampu menenggelamkan rumah.

Bahaya Lahar Dingin Semeru

Lahar dari erupsi Gunung Galunggung pada tahun 1982

Letusan Gunung Galunggung pada periode ini juga telah menyebabkan berubahnya peta wilayah pada radius sekitar 20 km dari kawah Galunggung, yaitu mencakup Kecamatan Indihiang, Kecamatan Sukaratu dan Kecamatan Leuwisari. Perubahan peta wilayah tersebut lebih banyak disebabkan oleh terputusnya jaringan jalan dan aliran sungai serta areal perkampungan akibat melimpahnya aliran lava dingin berupa material batuan-kerikil-pasir.

(Sumber Foto: /Antara Foto/Seno)

Keganasan lahar dingin dari letusan Gunung Semeru pada Sabtu, 4 Desember 2021 terlihat dari Putusnya Jembatan Gladak Perak. Jembatan ini merupakan penghubung jalan nasional antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang dilaporkan terputus akibat diterjang lahar dingin Gunung Semeru.

BACA JUGA  WHO : Vaksin Tidak Akan Menghilangkan Covid-19
Advertisements

KATEGORI
TAGS
Share This

KOMENTAR

Wordpress (0)