Nasional : Peneliti Gabungan Indonesia-Australia Temukan Lukisan Tertua Di Indonesia

0
6
The cave contains 26 red hand stencils and a large red wild boar in the center. The surrounding karst mountain range contain many cave paintings and rock art. One of them is among the oldest cave paintings known in history (from the latest study conducted in 2011 - 2013 by Wollongong and Griffith University of Australia, National Archeology Center of Indonesia and Makassar Center for Cultural and Heritage Preservation). The uranium dating result in the studied caves varies from 17,000 - 39,900

Para arkeolog menemukan lukisan gua tertua di dunia di Indonesia. Gambar seukuran babi hutan itu di perkirakan di buat sekitar 45.500 tahun lalu.

Peneliti dari Griffith University Australia Maxime Aubert mengatakan, lukisan itu di temukan di Gua Leang Tedongnge, pulau Sulawesi pada 2017 oleh mahasiswa doctoral Basran Burhan. Hal tersebut sebagai bagian dari survei yang di lakukan tim dengan pihak berwenang Indonesia.

Gua Leang Tedongnge terletak di lembah terpencil yang di kelilingi tebing kapur terjal. Di butuhkan waktu sekitar satu jam berjalan kaki dari jalan terdekat. Tempat ini hanya dapat diakses selama musim kemarau, karena dilanda banjir selama musim hujan.

Lukisan babi kutil Sulawesi itu berukuran 136 cm kali 54 cm (53 inci kali 21 inci), di cat menggunakan pigmen oker merah tua dan memiliki jambul pendek dengan rambut tegak, serta sepasang kutil wajah seperti tanduk yang menjadi ciri khas jantan dewasa dari spesies tersebut.

Ada dua cetakan tangan di atas bagian belakang babi, dan tampak menghadap dua babi lain yang hanya di awetkan sebagian, sebagai bagian dari adegan naratif. “Babi itu tampaknya mengamati perkelahian atau interaksi sosial antara dua babi kutil lainnya,” kata rekan penulis Adam Brumm.

BACA JUGA  Internasional : Krisis Iklim Semakin Mengancam, Generasi Tua adalah Kunci Perubahannya!

Berpotensi Lebih Tua Dari Perkiraan

Manusia telah berburu babi kutil Sulawesi selama puluhan ribu tahun, dan mereka adalah obyek utama dari karya seni prasejarah. Spesialis penanggalan Aubert mengidentifikasi deposit kalsit yang telah terbentuk di atas lukisan itu. Kemudian menggunakan isotop seri uranium yang bertanggal untuk memastikan bahwa deposit tersebut berusia 45.500 tahun.

“Ini menunjukkan bahwa lukisan setidaknya seusia itu, tapi bisa jadi jauh lebih tua karena penanggalan yang kami gunakan hanya kurma kalsit di atasnya,” jelasnya. “Orang-orang yang membuatnya benar-benar modern, mereka sama seperti kita, mereka memiliki semua kapasitas dan alat untuk melukis yang mereka suka,” imbuhnya.

Lukisan seni cadas tertua sebelumnya di temukan oleh tim yang sama di Sulawesi. Lukisan itu menggambarkan sekelompok sosok setengah manusia, setengah binatang berburu mamalia, dan di perkirakan berusia sekitar 43.900 tahun.

Misteri Perjalanan Manusia Menuju Benua Australia

Lukisan gua seperti ini membantu mengisi celah pemahaman kita tentang migrasi manusia purba. Di ketahui bahwa manusia mencapai Australia 65.000 tahun yang lalu, tetapi mereka mungkin harus melintasi pulau-pulau di Indonesia. Pulau-pulai ini di kenal sebagai Wallacea.

BACA JUGA  Nasional : Mulai Februari Syarat Surat Covid-19 Penumpang Pesawat Diperketat

Situs ini sekarang merupakan bukti manusia tertua di Wallacea. Namun di harapkan penelitian lebih lanjut akan membantu menunjukkan bahwa orang-orang berada di wilayah tersebut jauh lebih awal, yang akan memecahkan teka-teki pemukiman Australia.

Tim percaya bahwa karya seni itu di buat oleh Homo sapiens, yang berkonflik dengan spesies manusia yang sekarang punah seperti Denisovan. Tetapi ia tidak dapat mengatakan ini dengan pasti. Untuk membuat cetakan tangan, para seniman harus meletakkan tangan mereka di atas permukaan kemudian meludahi pigmen di atasnya. Tim berharap untuk mencoba mengekstrak sampel DNA dari sisa air liur.