Fenomena Tekanan Mental Pada Remaja Part 1 | Citizen 4.0

0
24
Sumber Gambar : pixabay.com
Advertisement

Banyak dari kita tanpa sadar mengalami stress akibat tekanan mental. Lalu, apa saja hal yang bisa mendorong anak muda mengalami tekanan mental, berikut hal-hal yang bisa memberikan tekanan pada mereka:

  1. Masalah Karir – Anak muda tertuntut untuk menemukan Passion mereka dalam bekerja. Sayangnya mereka dikejar waktu dan juga dibatasi geraknya oleh Covid-19. Belum lagi krisis Ekonomi yang terjadi akibat Covid-19 membuat anak muda khawatir akan masa depannya, yaitu menjadi penganguran.
  2. Masalah Lingkungan Makro – Banyak berita-berita itu bernada negatif seperti turunnya Indeks penanganan korupsi, permasalahan hukum, ketidakadilan, penyebaran Covid-19 dan lain sebagainya. Hal ini di perburuk dengan kekhawatiran para anak muda untuk menyuarakan aspirasi untuk melepas emosinya secara terbuka.
  3. Masalah Media Sosial – Media Sosial kini menggambarkan kebahagiaan, popularitas dan kekayaan. Hal ini membuat banyak anak muda merasa Rendah Diri.

Menghadapi Tekanan Mental

Masalah Karir

Caranya adalah di hadapi dengan membangun tangga harapan. Buat dari pekerjaan yang sederhana dengan tujuan mencari pengalaman kerja dan fortofolio. Lalu ke capaian yang lebih menengah seperti promosi atau berpindah ke pekerjaan yang sesuai Passion. Dan bisa lebih tinggi lagi seperti membuka perusahaan sendiri.

BACA JUGA  RE-PODCAST: #ResensiBukuBagus E01 - Resensi Buku How Democracies Die

Jangan menarget karir yang terlalu tinggi seperti membangun perusahaan sendiri. Padahal skill, modal dan jaringan saja belum ada. Buat target karir berjenjang seperti tangga, sehingga mudah di tapaki. Jangan dibuat terjal seperti tebing, dimana resiko jatuh dari tebing sangatlah tinggi.

Masalah Lingkungan Makro

Benar sekali kita harus ikut memecahkan masalah lingkungan makro. Tetapi, jangan menuntut diri untuk melakukan hal besar. Cukup lakukan apa yang kita kuasai. Jika kita peduli akan masalah hukum, tentu kita berusaha dulu menjadi seorang mahasiswa hukum yang ahli. Ahli bukan harus menjadi mahasiswa terbaik, tetapi menguasai seluk beluk pekerjaan sebagai seorang ahli hukum.

Kerjakan hal-hal yang ada didalam kuasa kita, perlahan tapi pasti, jika kita mampu menyelesaikan bebagai kesulitan. Derajat kita akan ditingkatkan dan Insya Allah, kelak kita bisa menghadapi masalah tingkat negara.

Masalah Media Sosial

Jangan gunakan standar hidup yang di gambarkan di Media Sosial. Banyak standar yang digambarkan adalah kesemuan belaka. Bahagia, bukanlah ketika kita bergelimang harta, memiliki jabatan atau memiliki pasangan yang rupawan. Bahagia, adalah ketika kita hidup dengan bersahaja, di hormati masyarakat karena kontribusi kita, serta memiliki pasangan yang berakhlaq mulia. Semua itu akan memberikan kebahagiaan jika di iringi oleh rasa Syukur memiliki semua hal itu.

Advertisement
BACA JUGA  Stress Pada Remaja Part 1 | Generasi Zet

Harta, jabatan dan pasangan hanya alat yang bisa membuat kita bahagia. Walau pun kita memiliki semua itu, tapi kita tidak bersyukur, kita tidak akan pernah bahagia. Maka jangan kaget, banyak dari artis-artis yang mengakhiri hidup, walau mereka bergelimang harta, di puja-puja dan memiliki pasangan yang rupawan.

Advertisement