Tunisia : Kerusuhan Akibat Krisis Berujung Penangkapan 600 Orang

0
5
Demonstran Tunisia memblokir jalan selama bentrokan dengan pasukan keamanan di pinggiran kota Ettadhamen di pinggiran barat laut Tunis pada 18 Januari 2021, di tengah gelombang protes malam di negara Afrika Utara itu. - Kerusuhan sosial datang pada saat krisis ekonomi, memburuk oleh pandemi, yang telah memicu inflasi yang cepat dan pengangguran pemuda yang tinggi dan menyebabkan banyak orang meninggalkan Tunisia. (Foto oleh FETHI BELAID / AFP) (Foto oleh FETHI BELAID/AFP via Getty Images)

Lebih dari 600 orang telah ditangkap setelah tiga malam berturut-turut terjadi kerusuhan di beberapa kota Tunisia. Pasukan Tunisia telah di kerahkan di beberapa wilayah menanggapi hal tersebut, kata para pejabat.

Juru bicara kementerian dalam negeri Khaled Hayouni mengatakan pada hari Minggu total 632 orang ditangkap, terutama “kelompok orang berusia antara 15, 20 dan 25 yang membakar ban dan tempat sampah untuk memblokir pergerakan oleh pasukan keamanan”.

Sebagian besar warga Tunisia marah karena negara itu berada di ambang kebangkrutan dan memiliki layanan publik yang mengerikan. Banyak yang merasa kecewa karena tidak ada perbaikan ekonomi setelah 10 tahun revolusi oleh Presiden otokratis Zine El Abidine Ben Ali.

Para demonstran tidak membuat tuntutan yang jelas selama demonstrasi – yang digambarkan pihak berwenang sebagai kerusuhan – di seluruh negeri.

Di daerah al-Tadamen, ibukota Tunisia, para pengunjuk rasa memblokir jalan dan melemparkan batu ke arah polisi. Para pengunjuk rasa sebagian besar dari mereka adalah remaja. Polisi menanggapinya dengan menembakkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan mereka.

BACA JUGA  Rangkuman Berita Internasional 5 Januari 2021

Masalah Ekonomi

Tunisia telah berada di bawah jam malam bahkan sebelum lockdown baru-baru ini. Satu dekade sejak revolusi, banyak orang Tunisia semakin marah oleh layanan publik yang buruk. Selain itu pejabat politik yang telah berulang kali terbukti tidak dapat memerintah secara koheren.

PDB menyusut sebesar 9 persen tahun lalu, harga konsumen meroket, dan sepertiga anak muda menganggur.

Sektor utama pariwisata, telah di perparah setelah serangkaian serangan mematikan oleh kelompok-kelompok bersenjata pada tahun 2015. Sektor ini semakin memburuk setelah di pukul oleh pandemi.

Tunisia telah mendaftarkan lebih dari 177.000 kasus virus corona, termasuk sekitar 5.600 kematian akibat penyakit ini. Krisis kesehatan dan kesengsaraan ekonomi yang terjadi telah mendorong semakin banyak orang Tunisia untuk meninggalkan negara itu.