Internasional : Krisis Iklim Semakin Mengancam, Generasi Tua adalah Kunci Perubahannya!

0
30
https://pixabay.com/photos/iceberg-antarctica-cold-arctic-5163649/
Advertisement

Krisis Iklim semakin tidak terkendali dan membahayakan. Terutama ketika bukti-bukti menunjukan semakin banyaknya gletser di Antartika berpotensi meleleh dan membawa “kiamat” keberbagai belahan dunia. Salah satunya adalah Gletser Thwaites yang berukuran lebih dari Inggris terancam meleleh setelah air di bawah gletser tersebut semakin menghangat.

Menurut Anna Wahlin, seorang profesor oseanografi di Universitas Gothenburg. berpendapat bahwa air hangat akan mempercepat pencarian gletser Thwaites. Dampak dari Gletser Thwaites mencair adalah potensi naiknya air laut hingga 65 cm. Hal ini di perburuk setelah temuan oleh tim ilmuwan Inggris tahun lalu. Dimana tim ini menemukan rongga setengah ukuran Grand Canyon di bawah Thwaites. Rongga ini memungkinkan air laut hangat mengikis gletser, secara internal mempercepat pencairan.

Mendorong Peran Generasi Tua

Usaha perubahan iklim tanpa melibatkan kebijakan politik adalah hal yang mustahil. Frans Timmermans, wakil presiden komisi Uni Eropa, mengatakan bahwa kebijakan sosial dan kebijakan iklim harus digabungkan. Tujuannya adalah untuk berbagi secara adil biaya dan manfaat demi menciptakan ekonomi rendah karbon. Jika tidak demikiran, dunia akan menghadapi serangan balik dari orang-orang yang takut kehilangan pekerjaan atau pendapatan, di picu oleh politisi populis dan kepentingan bahan bakar fosil.

BACA JUGA  NTT : Wagub NTT, Ajudannya dan Sopirnya Positif Covid-19

Frans Timmermans mengingatkan bahwa menjadi tanggung jawab generasi tua untuk memastikan kesejahteraan generasi muda. Terutama untuk menghindarkan para generasi muda berkonflik demi memperebutkan sumber daya air dan makanan. Generasi Tua harus mengingat akan hasil jerih payah generasi sebelumnya yang telah memberikan mereka kesejahteraan hari ini, sehingga haruslah memberikan timbal balik kepada generasi muda yang mereka bimbing.

Kebijakan pro ekonomi hijau akan menghadapi pertentangan, terutama dari mereka yang berpegang kepada ekonomi tradisional dan ekonomi minyak. Politisi-politi yang bergantung kepada kebijakan hidrokarbon seperti batu bara, minyak bumi dan prodak energi ekstraktif lainnya pasti akan memberikan perlawanan. Sehingga Frans Timmermans mengajak para generasi tua untuk bergabung demi menciptakan kekuatan kesatuan demi dunia yang lebih baik untuk generasi selanjutnya.

Indonesia dan Dunia

Negara Indonesia menjadi salah satu negara yang berpengaruh dalam usaha perubahan Iklim. Indonesia memiliki salah satu hutan tropis terbesar di dunia. Namun di sisi lain, Indonesia menebang hutan dan menjadi salah satu penghasil batu bara dari kegiatan pertambangan.

Advertisement
BACA JUGA  Nasional : Melanggar Prokes, 34 Restoran Dilakukan Penutupan

Dampak dari penebangan liar yang dilakukan di Kalimantan salah satunya adalah banjir besar di Kalimantan Selatan yang baru saja terjadi. Ahli pemerintahan mengatakan bahwa hal tersebut akibat tingginya curah hujan. Namun, data berkata lain dimana menunjukan bahwa tutupan hutang di Kalimantan Selatan telah berkuran hingga 30%nya. Banjir tersebut  menyebabkan 10 kabupaten dan kota Banjarmasin terendam. Menurut Presiden Joko Widodo, banjir besar tersebut baru kali itu terjadi dalam 50 tahun terakhir. Hingga 25 Januari 2021, banjir menyebabkan 113.420 jiwa mengungsi, 6 hilang, dan 21 tewas.

Walaupun seruan untuk Generasi Tua bersatu melawan iklim di sampaikan di Uni Eropa, bukan berarti Indonesia tidak termasuk dalam isu ini. Karena perlu di sadari bahwa Indonesia sendiri adalah salah satu negara yang cukup berpengaruh dalam hal perubahan iklim. Sehingga pemerintah Indonesia harusnya ikut andil dalam usaha menghentikan deforestasi yang di lakukan oknum-oknum serakah di Indonesia.

Refrensi

Climate crisis: our children face wars over food and water, EU deputy warns | Green politics | The Guardian

BACA JUGA  China : Membangun Rumah Sakit Setelah Wabah Covid-19 Kembali Muncul

Data: Banjir dan Berkurangnya Tutupan Hutan Kalimantan Selatan (forestdigest.com)

Advertisement