Mengurai Kerumitan Masalah | Re-Talk

0
6
Sumber Gamabr : www.pexels.com
Advertisement

Pernahkan teman-teman merasa tidak termotivasi melakukan sesuatu. Bahkan tidak mampu berkonsentrasi ketika mengerjakan pekerjaan akibat banyaknya permasalahan yang mendera teman-teman. Mungkin Video singkat ini bisa membantu teman-teman mengurai masalah.

Antara Uang dan Nyawa

Tersebutlah sebuah kisah kuno dimasa lampau, ada sekumpulan orang yang hendak menyebrangi sungai. Tiba-tiba arus sungai bergelombang keras sehingga menggoyang-goyangkan perahu. Maka terjatuhlah semua orang dari atas perahu tersebut.

Maka berusahalah semua orang di atas perahu tersebut untuk berenang ke tepian sungai. Mereka yang terjun kedalam sungai, melepaskan semua barang bawaan mereka dan meninggalkannya tenggelam didalam sungai. Hal tersebut untuk membantu mereka agar tubuh mereka lebih ringan sehingga mengapung dalam arus sungai yang ganas.

Namun, salah satu diantara mereka ada kawan mereka yang biasanya kuat berenang, tetapi saat itu kesulitan berenang.

“Kawan, segeralah ketepian, nanti kau terseret arus.”

“Di pinggang ku terdapat uang 1.000 Perunggu, saya kesulitan berenang karena uang ini.”

Advertisement

“Buang semuanya, lekas kemari.”

“Tidak, saya tidak akan membuangnya karena sudah susah kucari, masa ku biarkan hilang.”

BACA JUGA  Pahami Hukum Kebalikan Untuk Sukses | Re-Talk

“Kalau kau tak membuangnya, maka nyawa mu taruhannya.”

Sayangnya orang itu tidak mau melepas uang perunggunya, sehingga akhirnya ia tenggelam bersama dengan uang tersebut.

Penafsitan Kisah

Kadang kita hendak berusaha memecahkan banyak masalah sekaligus, kita ingin menyelamatkan diri kita dari krisis tetapi tidak mau kehilangan satu hal-pun. Padahal, untuk bisa lepas dari krisis, banyak hal yang harus dikorbankan.

Kita sebagai manusia kadang ingin “serakah” menyelesaikan banyak masalah agar bisa memiliki banyak hal sekaligus. Alih-alih selesai, banyaknya masalah tersebut malah menjadi penghambat kita untuk maju kedepan. Kadang kita harus melepaskan beberapa harapan, hingga berkuranglah masalah kita, sehingga kita bisa berfokus untuk menyelesaikan masalah yang lebih prioritas bagi kelangsungan hidup kita.

Ada juga kisah yang mungkin bisa menggambarkan pikiran teman-teman ketika di dera berbagai masalah:

 

Burung-Burung Terkena Jerat si Pemburu

Suatu saat, ada seorang petani yang berladang melihat seorang pemburu berlari-lari.

“Ada apa pak?”

“Saya menjerat burung-burung, karena burung-burung  yang terikat jerat saya terlalu banyak. Maka burung-burung itu terbang bersama jerat dan pemberat yang saya pasang.”

BACA JUGA  Otaku, Weeb dan NEET | Citizen 4 0

“Wah, pasti sulit untuk menangkapnya, karena kalau sudah terbang pasti mereka lari.”

Pemburu tertawa mendengar pernyataan Pak Tani, “Kalau hanya satu burung yang terbang, saya yakin sulit ditangkap, tetapi mereka terbang bersama-sama. Mereka pasti akan jatuh karena masing-masing burung ingin terbang ke arah yang pasti berbeda dan akhirnya akan terjatuh.”

Pemburu tersebut berlari mengejar kawanan burung yang terjerat. Benar saja, burung tersebut jatuh bersamaan karena mereka hendak lari ke arah yang berbeda. Dengan sigap, Pemburu menangkap burung-burung tersebut.

Penafsiran Kisah

Saat kita memikirkan banyak masalah sekaligus, sejatinya pikiran kita layaknya burung yang terjerat oleh satu ikatan dan hendak pergi ke arah yang berbeda. Pada akhirnya, pikiran kita akan jatuh terjerembab kedalam keputusasaan.

Maka, saat ini, teman-teman harus mencoba menfokuskan kepada satu hal saja, satu masalah saja yang merupakan masalah Prioritas dan untuk sementara meletakan masalah non prioritas di kotak penyimpanan masalah.

Masalah Prioritas adalah masalah yang berat, tetapi waktu pemecahan masalahnya sangat pendek.

BACA JUGA  Mahalnya Konsentrasi di Era 4.0 | Generasi Zet

Biasanya saya menggunakan buku harian untuk mencatat masalah-masalah yang terpikirkan di benak saya, lalu saya pilah yang paling prioritas. Ada juga teman saya yang ekstrovert, curhat kepada saya untuk bisa menjernihkan pikiran dan mengungkap masalah yang lebih prioritas di kepalanya.

Intinya, selesaikan masalah Prioritas, agar pikiran kamu tidak rumit, karena kerumitan masalah acapkali karena kita memikirkan banyak masalah antara yang prioritas dan non prioritas sekaligus. Sehingga kita bisa gagal menangkap masalah yang lebih prioritas.

 

Advertisement