#ResensiBukuBagus – Seni Mencintai oleh Erich Fromm

0
16

Salah satu karya dari sosok legendari Erich Fromm mengenai masalah cinta. Cinta acapkali diartikan sebagai fenomena timbal balik antara dua sejoli, namun Erich Fromm menjelaskan bahwa cinta yang berharap kembali bukanlah cinta sejati. Erich Fromm menjelaskan bahwa cinta sejati adalah cinta tanpa syarat.

Begitu banyak dinamika mengenai cinta yang dijelaskan oleh Erich Fromm, tentunya ia memandang cinta dari sudut padang Kefilsafatan yang abadi. Erich Fromm membicarakan cinta tak terlepas dari kebenciannya terhadap kapitalisme. Ia mengkritik bahwa kapitalisme telah menghilangkan makna sebenarnya cinta. Kapitalisme ia silnyalir membuat cinta seakan dapat diperjual-belikan dan menghilangkan kesucian dari sebuah cinta.

Pandangan Marx banyak mempengaruhi pandangannya mengenai cinta. Fromm memandang bahwa cinta yang sejati harus terlepas dari belenggu materi. Cinta adalah sebuah sosok suci layaknya cinta tak bersyarat yang di berikan oleh Tuhan kepada Manusia.

Peringatan Bagi Pembaca

Memahami Fromm artinya harus memahami latar belakang pemikirannya. Fromm adalah seorang yang berlatar pemikiran Psikoanalis yang digagas Freud. Namun, ia berusaha untuk memperbaharui pemikiran Psikoanalis yang ia anggap sudah mengalami penyimpangan. Ia memasukan pemikiran Marx dalam batinnya dan menggunakannya untuk memperbaharui Psikoanalis yang digagas Freud.

BACA JUGA  Apa Arti Kata Ghosting? Bagaimana Pengunaannya?

Fromm memiliki pemahaman bahwa psikoanalis yang berkembang adalah sebuah usaha kapitalistik yang dibangun untuk menciptakan ketergantungan pasien terhadap psikolog. Ia menekankan bahwa kesehatan mental dapat dicapai tanpa bantuan psikolog. Psikolog hanya diperkenankan sebagai jembatan awal bagi pasien untuk bertumbuh dan sembuh. Pemikirannya ini ia hasilkan dari usaha kritisnya terhadap perkembangan Psikoanalisa, ia mengkritik dengan menggunakan pendekatan anti kapitalisme marx.

Maka dari itu, pembaca akan mendapati usaha-usaha Fromm mengkritik kapitalisme di sela-sela penjelasan pemikirannya. Hal ini adalah hal yang wajar karena Fromm memiliki konsep bahwa manusia yang seutuhnya harus terbebas dari belenggu material. Sehingga ia selalu memotivasi pembaca untuk melepaskan diri dari belenggu materialisme kapitalistik.