Mengenal Signal, Aplikasi Perpesanan Pengganti WhatsApp

0
23
Signal App on Device
BERLIN, GERMANY - JANUARY 10: The logo of the messenger app Signal is pictured on the display of an iphone on January 10, 2021 in Berlin, Germany. (Photo by Florian Gaertner/Photothek via Getty Images)
Advertisement

Selain aplikasi perpesanan Telegram, aplikasi lainnya yang mendapatkan banyak pengguna dalam waktu dekat ini adalah aplikasi perpesanan Signal. Jika kamu belum membaca tentang Telegram, bisa dibaca pada artikel berikut Mengenal Telegram, Aplikasi Pesan Pengganti WhatsApp.

Seperti yang diketahui bahwa WhatsApp baru saja memperbarui kebijakan layanan dan kebijakan privasinya, sehingga membuat banyak pengguna WhatsApp melakukan migrasi ke aplikasi perpesanan lain, yaitu salah satunya adalah aplikasi perpesanan Signal. Bahkan karena banyaknya pengguna baru di Signal, sampai membuat aplikasi tersebut Down pada tanggal 15 Januari 2021 lalu.

Apa itu Signal?

Signal adalah aplikasi perpesanan dan obrolan suara gratis yang berfokus pada privasi yang dapat Anda gunakan di Apple dan smartphone Android serta juga melalui desktop. Yang Anda butuhkan hanyalah nomor telepon untuk bergabung. Anda dapat mengirim pesan teks atau melakukan panggilan suara atau video dengan teman, baik satu lawan satu atau dalam grup, dan menggunakan reaksi emoji atau stiker seperti di aplikasi lain. Namun ada satu perbedaan besar: Signal sangat private dan tidak membagikan data kepada perusahaan mana pun.

Signal Foundation nirlaba diluncurkan pada Februari 2018 dengan pendanaan awal $ 50 juta dari Brian Acton. Pada Juni 2020, Signal memiliki lebih dari 32,4 juta total unduhan, dan aplikasi memiliki sekitar 20 juta pengguna aktif bulanan per Desember 2020.

BACA JUGA  WhatsApp Menunda Kebijakan Baru Hingga Mei 2021

Apakah aplikasi Signal aman?

Komunikasi pada Signal dienkripsi secara end-to-end, yang berarti hanya orang-orang dalam pesan yang dapat melihat konten pesan tersebut, bahkan Signal pun tidak bisa melihat pesan tersebut.

Untuk stiker juga mendapatkan enkripsi khusus mereka sendiri. Signal menciptakan protokol enkripsi yang persis seperti aplikasi perpesanan lainnya, seperti WhatsApp, Facebook Messenger, dan Skype.

Advertisement

Apakah Signal benar-benar Private?

Ya. Anda juga dapat mengatur agar pesan menghilang setelah jangka waktu tertentu yang dapat disesuaikan. Ditambah, Signal hampir tidak mengumpulkan data tentang penggunanya. Satu-satunya informasi yang Anda berikan kepada aplikasi adalah nomor telepon Anda, dan perusahaan bahkan sedang berupaya untuk memisahkannya dari penggunaan Signal, dengan membuat server kontak terenkripsi khusus. Jika polisi mendatangi Signal untuk meminta data tentang penggunanya, dikatakan, sejujurnya, bahwa Signal tidak memiliki data untuk diserahkan.

Sebagian alasan mengapa Signal tidak mengumpulkan data adalah karena Signal adalah organisasi nirlaba, bukan perusahaan bisnis. Tidak ada iklan, jadi tidak ada insentif untuk melacak pengguna. Sebaliknya, Signal ini didanai oleh donasi dan investor swasta – salah satunya yang memiliki minat pribadi yang besar dalam membuat platform berorientasi privasi.

Signal di buat oleh sekelompok kecil aktivis privasi pada tahun 2013, hal itu kini telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2018, pendiri WhatsApp Brian Acton menyumbangkan $ 50 juta untuk membuat Signal Foundation, yang sekarang menjalankan Signal. Acton ikut serta dengan misi untuk membuat layanan perpesanan yang benar-benar Private setelah Facebook mengakuisisi WhatsApp dan Acton dilaporkan meninggalkan WhatsApp di tengah bentrokan dengan Facebook mengenai bagaimana hal itu mengikis privasi WhatsApp.

Signal vs. WhatsApp (dan aplikasi perpesanan lainnya)

Baik Signal dan WhatsApp dienkripsi ujung-ke-ujung menggunakan teknologi yang sama. Artinya, konten pesan yang Anda kirim dan panggilan yang Anda miliki bersifat pribadi. Namun, WhatsApp yang dimiliki oleh Facebook saat ini, mengumpulkan banyak informasi lain dalam bentuk statistik penggunaan, metadata, dan lainnya. Dan tidak ada lagi cara untuk mencegah hal itu dapat terjadi.

Signal tidak memiliki banyak fitur kustomisasi keren seperti WhatsApp, seperti latar belakang. Namun jika sudah menyangkut persoalan privasi, maka Signal jelas jauh lebih baik.

Mengapa Signal begitu populer saat ini?

Ada beberapa hal yang membuat Signal begitu populer saat ini, salah satunya adalah karena kebijakan layanan dan privasi WhatsApp baru-baru ini, jika kamu belum membacanya, bisa dibaca pada artikel berikut Yang Kamu Harus Ketahui di Kebijakan Privasi Terbaru WhatsApp.

BACA JUGA  27 Perangkat Xiaomi Yang Dijadwalkan Mendapat MIUI 12.5

Selain itu beberapa orang yang ahli dalam dunia teknologi pun menyarankan untuk beralih menggunakan Signal, salah satunya adalah Elon Musk.


Dan mungkin yang paling utama adalah karena orang-orang mulai paham dan sadar akan pentingnya perlindungan privasi data pengguna. Perlindungan privasi bukan hanya untuk orang-orang besar dan penting, melainkan untuk seluruh orang yang menggunakan internet. Terlebih lagi seperti yang pernah di katakan oleh Presiden Joko Widodo, bahwa data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak.

Senada dengan Presiden Joko Widodo, Pengamat telekomunikasi dari ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, “Perkembangan dunia saat ini, disebut data adalah new oil, bahkan new currency, mata uang baru. Bagaimana kita menggunakan data, melindungi data, yang amat sangat berharga,” kata Pengamat telekomunikasi dari ICT Institute Heru Sutadi kepada CNBC Indonesia, Jumat (16/8/2019).

Advertisement