Temukan Kuncinya | EnterPreneur

0
18
Sumber Gambar : www.pexels.com
Advertisement

Ketika kita ingin sukses, acapkali kita mengira kesuksesan datang dari luar diri kita, padahal potensi kesuksesan berasal dari dalam diri kita. Ingatlah bahwa setiap orang merupakan pribadi yang unik, semua orang memiliki bakat, potensi,  kemampuan dan kesempatannya masing-masing. Sehingga setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk dapat sukses. Mungkin, kita bisa mencontoh orang lain, tetapi tidak bisa meniru keseluruhan caranya untuk mencapai kesuksesan.

Memahami Potensi Diri

Jika ingin di bahasakan sederhana, kunci untuk suskses ini adalah keunggulan diri kita. Keunggulan diri ini bisa merupakan bakat, kepribadian, pendidikan, kekayaan, jaringan atau selainnya. Kriteria keunggulan antara lain:

  1. Merupakan penentu keberhasilan
  2. Merekat pada diri sendiri
  3. Tidak diperoleh dalam waktu sekejap
  4. Dapat tumbuh dan berkembang
  5. Bisa berasal dari diri sendiri dan luar dirinya
  6. Tidak dapat dirampas orang lain
  7. Sekali tumbuh / berkembang, keunggulan itu bisa di pakai untuk usaha lainnya

Kita harus mencari potensi atau keunggulan yang kita miliki, dalam ilmu manajemen strategi kita memahami bahwa setiap posisi memiliki keunggulan dan kerugiannya masing-masing. Dengan keunggulannya masing-masing, kita mencoba bersaing.

BACA JUGA  RE-PODCAST: #EntrepreneurMuda E04 - Membangun Usaha / Bisnis F&B di Masa Pandemi

Misalnya kita menjual ayam goreng krispi di pinggir jalan, bersaing dengan penjual ayam goreng restoran cepat saji. Keunggulan kita adalah lebih murah, dekat dengan rumah warga. Sementara restoran cepat saji menjual suasana dan brand.

Tugas kita dalam mencari kunci kesuksesan amatlah sederhana. Yaitu, mencari tahu apa yang menjadi keunggulan kita dan menggunakan keunggulan tersebut untuk tumbuh. Keunggulan itulah yang kemungkinan besar merupakan kunci kita untuk sukses.

Advertisement

Sehingga silahkan buat daftar sebanyak-banyaknya untuk mengidentifikasi keunggulan diri kita. Kenalilah kelebihan diri kita serta kekurangan yang menghabar keunggulan itu untuk tumbuh. Itulah cara kita untuk bisa berkembang dan menjadi sukses di kemudian hari.

 

Memancing Keberuntungan

Dalam sebuah studi tentang kesuksesan dan kebahagiaan yang dilakukan para ahli beberapa tahun belakangan ini menunjukan bahwa hoki atau keberuntungan tak akan datang tiba-tiba. Keberuntungan harus di pancing serta akan datang kepada mereka yang sedari awal serius dalam berusaha. Keberuntungan datang kepada mereka yang sejak awal cocok untuk menerimanya. Tidak ada kebetulan dalam penerimaan keberuntungan.

BACA JUGA  Penolakan atau Denial | Generasi Zet

Keunggulan yang sudah kita identifikasi, sebenarnya bisa saja tidak tumbuh karena kita menyia-nyiakannya.

  • Mungkin saja kita menyerah karena bingung akan keunggulan yang kita miliki sehingga menyerah dan diam.
  • Mungkin juga kita sudah tahu, tetapi terlalu “malas” untuk mengasah keunggulan kita. Pada akhirnya keunggulan itu terpendam dan terlupa hingga terhapus zaman.
  • Maka, jadilah orang ketiga yang bekerja keras mengelola keunggulan yang sudah ia identifikasi. Tidak ada jalan pintas untuk sukses, bekerja keraslah dan asahlah keunggulan tersebut hingga bisa menjadi pintu kesuksesan bagi diri kita.

Menginkubasi Keunggulan

Keunggulan perlu kita inkubasi didalam bisnis yang kita jalani. Keunggulan itu perlu disadari serta mendapatkan lingkungan yang tepat agar bertumbuh.

Misal :

Kita memahami kemampuan kita meracik resep makanan yang enak. Maka kita perlu

  • Dana / Sumber Daya untuk melakukan riset berbagai macam masakan
  • Lingkungan yang mendukung kita melakukan riset
  • Jaringan data / informasi mengenai supplayer agar masakan tetap murah tetapi kualitas terjamin
  • Skill Manajemen (Pengetahuan & Pengalaman) untuk menyusun sistem operasional perusahaan
BACA JUGA  Fenomena Tekanan Mental Pada Remaja Part 2 | Citizen 4.0

Mengimplementasi Keunggulan

Keunggulan yang kita miliki perlu di masukan dalam setiap strategi yang kita miliki. Baik strategi keuangan, operasional, pemasaran dan MSDM.

Misal :

Ketika bergerak di sektor restoran, kita memiliki keunggulan produk makanan yang enak dan murah. Maka kita implementasikan di seluruh lini strategis

  • Keuangan – Kita terus mencoba menekan bajet harga makanan hingga bisa lebih murah lagi dengan mencari supplayer baru, pembelian dalam jumlah besar atau mensubtitusi bahan.
  • Operasional – Kita berusaha menjaga kualitas makanan agar tetap enak walau bajet kita tekan dengan inovasi masakan yang efektif, efisien dan adaptif (dengan teknik / metode / teknologi baru)
  • Pemasaran – Kita harus mengutamakan untuk mengkomunikasikan rasa dan harga makanan kita kepada pelanggan.
  • MSDM – Kita berusaha untuk menjaga agar SDM kita yang mampu mengelola makanan yang enak tersebut tetap termotivasi untuk menjaga kualitas kerja, termotivasi dan disiplin.

Advertisement