RE-PODCAST: #RBBSpecialRamadan​ Ep01 – Biografi Nabi Muhammad SAW

0
5

Mempelajari Sejarah Rasullullah SAW adalah salah satu kewajiban tak tertulis yang wajib di lakukan umat Islam. Umat Islam harus memahami sejarah Rasulnya untuk dapat memahami ajarannya secara tepat. Fenomena fundementalisme yang terjadi belakangan ini banyak di akibatkan oleh kurangnya pengetahuan atas sejarah Rasullullah SAW. Salah satu buku terjemahan terbaik mengenai sejarah Rasullulah SAW adalah buku Sejarah Hidup Muhammad karya Muhammad Husain Haekal.

Diterjemahkan oleh Ali Audah

Berkas:Ali Audah, Pekan Buku Indonesia 1954, p178.jpg

Buku ini di terjemahkan oleh Ali Audah, salah satu begawan besar dalam bidang sastra Indonesia. Ali Audah lebih di kenal sebagai seorang penerjemah daripada sastrawan. Dua puluh tahun lebih ia menerjemahkan buku-buku sastra, filsafat, dan agama. Lebih lanjut, Ali Audah mengkhususkan diri dalam menerjemahkan karya sastra Arab modern. Pengkhususan itu dilakukan atas dorongan Asrul Sani, seorang sutradara dan sastrawan.

Ali Audah sudah terlebih dahulu memilih karya yang harus ia terjemahkan mengenai sejarah Rasullullah SAW. Pilihannya jatuh kepada karya M. Hussain Haekal yang ia rasa cukup mumpuni dan kritis dalam membahas sejarah Rasullullah SAW. Buku ini kami anjurkan bagi para pembaca yang menginginkan perspektif kritis mengenai Sejarah Rasullullah SAW

BACA JUGA  RE-PODCAST: #EntrepreneurMuda E04 - Membangun Usaha / Bisnis F&B di Masa Pandemi

Ditulis oleh M. Husain Haekal

صورة شخصية محمد حسين هيكل.jpg

Haekal dapat kita anggap sebagai seorang yang multi talenta. Sepanjang usianya ia menjajaki berbagai bidang karir dari penulis, pemikir, jurnalis dan politisi. Salah satu karya kebanggaannya adalah Hayyatu Muhammad atau Sejarah Hidup Muhammad. Walau Haikal di didik oleh pemikiran barat dari pendidikan gelar B.A. di Hukum pada tahun 1909 dan gelar PhD dari Universitas Sorbonne di Paris pada tahun 1912, Haekal tidak memihak kepada pemikiran Barat.

Haekal adalah sosok pembaharu dalam pemikiran Islam tanpa kehilangan identitasnya sebagai seorang muslim. Ia bahkan memberikan pembelaan terhadap prasangka buruk yang di tuduhkan para orientalis (pemikir barat) atas kekurangan Islam. Pembelaan itu ia masukan dalam karyanya yang bisa di nikmati oleh generasi muda Islam hingga 90 tahun sejak karya itu terpublikasi di tahun 1933.

Garis Besar Buku Sejarah Hidup Muhammad

Sejarah Hidup Muhammad yang ditulis oleh Haekal cukup lengkap karena memberikan gambaran Arab Pra Islam hingga wafatnya Rasullullah SAW. Haekal membagi bukunya dalam 31 BAB. Jika BAB-BAB ini di lihat secara detail dan membandingkannya dengan buku Sejarah Rasul serupa maka terlihat bahwa Haekal banyak menfokuskan pembahasan di dalam isu-isu politik.

BACA JUGA  RE-PODCAST: #EntrepreneurMuda E03 - Coba-coba Bikin Cemilan, Malah Keterusan Jadi Cuan! Kok Bisa ya?

Contohnya seperti pembuatan BAB 9 mengenai Ikrar Aqabah yang membahas mengenai sumpah yang diberikan penduduk Yastrib (Madinah) sebanyak dua gelombang. Ikrar ini akan menjadi titik tolak sejarah dan membangun optimisme dalam perkembangan Islam. Lalu ada pula BAB 10 tentang Hijrah yang mebahas proses Hijrah yang penuh dengan strategi.

Kemungkinan besar kodifikasi BAB berdasarkan pergerakan politik yang terjadi di masa Rasul di akibatkan oleh latar belakang Haekal sebagai orang yang “melek politik”. Ia yang banyak terlibat dalam bidang jurnalistik dan politik praktis akan sangat memerlukan pertimbangan dan perpektif kemasyarakatan dalam pengambilan kebijakan. Hal tersebut ia serap sari-sarinya dari Sejarah Rasul yang ia telaah.

Kekurangan kodifikasi ini adalah kurangnya pembahasan dari perspektif hikmah spiritual. Banyak kisah-kisah spiritual yang tidak di bahas di buku ini. Namun, Haekal sepertinya menitik beratkan bukunya dalam proses pembangunan kemasyarakatan, sehingga bukunya demikian adanya.

Untuk ulasan lengkap mengenai buku dapat melihat Youtube dan Podcast Spotify dibawah ini :