RE-PODCAST: #EntrepreneurMuda​ E09 – Menjadi Tunanetra Tidak Menghalangiku Membangun Usaha

0
12
Wawancara Dhimas Alfi bersama Tri Wibowo.

Kekurangan acapkali menjadi hambatan dan bahkan legitimasi untuk menyerah. Namun, bagi Bowo tidak ada kata menyerah karena kekurangan. Alih-alih berpangku tangan dan menerima kekurangannya sebagai seorang penyandang tunanetra, ia memilih berjuang untuk hidup normal. Ia bahkan berhasil membangun usaha terapis pijat dan mendapatkan gelar sarjana S1  dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan gelar Cum Laude.

Awal Musibah

Dahulu Bowo pernah memiliki penglihatan normal. Namun pada suatu hari, Bowo kehilangan penglihatannya, yaitu bertepatan dengan Idul Adha, 27 November 2009. Saat itu Bowo tidur di rumah temannya setelah menunaikan shalat Id di Lebaran Idul Adha. Ia berharap di bangunkan menjelang sholat Jum’at, namun ketika ia bangun, Bowo mendapati bangun dalam keadaan mata penuh dengan kapuk. Merasa sangat sakit ia lantas pergi ke kamar mandi untuk mencuci matanya, namun ternyata kejadian tersebut merusak penghlihatannya dan menjadikannya seperti saat ini.

Saat itu, Ia merasa ada pihak-pihak tertentu yang berbuat buruk kepadanya, namun baginya keikhlasan dan memaafkan adalah hal yang lebih baik. Hilangnya penglihatan di umur yang masih belia (15 tahun) tidak lantas membuat ia minder. Terkadang ia masih memaksakan diri untuk berinteraksi normal, bahkan memaksakan diri bermain futsal. Ia juga sempat memadu kasih dengan seorang wanita, namun ia tinggalkan demi kebulatan tekat untuk berfokus kepada Studi S1-nya.

Kemandirian ditengah Keterbatasan

Bowo memiliki ambisi untuk melanjutkan kuliah S1, ia pun memberanikan diri mendaftar di Universitas terkemuka. Saat itu ia di terima di dua Universitas, satu di Semarang dan yang lainnya di Jogyakarta. Karena keinginannya untuk mandiri, ia memutuskan untuk kuliah dan tinggal kost di Jogyakarta. Ia tidak ingin tergantung kepada keuarganya, sekaligus menjadi pembuktian tekatnya untuk mandiri.

BACA JUGA  RE-PODCAST: #ResensiBukuBagus E04 - Seni Mengatasi Depresi dan Coping With Depression

Waktu itu, Awalnya, Bowo hendak berfokus kepada kuliah S1-nya tanpa ada keinginan membuka usaha. Namun, kawannya menawarkan ia membuka usaha terapis pijat di tempat ia kost. Berkat ide dari kawannya, Bowo mulai membuka usaha dan yang membuat ia terkejut adalah banyaknya orang yang berbondong-bondong meminta jasanya. Bahkan karena sangking banyaknya, hal tersebut mempengruhi studi S1-nya.

Komitmen Bowo untuk memprioritaskan belajar sudah bulat. Sehingga ia meminta pelanggannya menunggu ketika ia sedang fokus belajar. Uniknya, para pelanggannya rela menunggu Bowo menyelesaikan belajarnya. Ia memiliki harapan untuk menjadi pekerja sosial di program Keluarga Harapan dls. Namun, ia menyadari bakatnya setelah ia mengkuti suatu perlehatan yang di gelar oleh UNY dan mendapatkan penilaian tertinggi di dalam bidang terapis pijat. Kemana-pun ia pergi, ia mendapati orang-orang sekitarnya memintanya untuk di pijat. Ia mulai memaknai bahwa kehadirannya mampu membantu banyak orang lewat kemampuan pijatnya.

Pemasaran Oleh Para Sahabat dan Pelanggan

Dengan dana yang terbatas, Bowo membuat brosur untuk memasarkan usaha terapisnya. Semangat Bowo di sambut oleh para sahabatnya dengan antusias. Sahabat-sahabatnya menyebarkan brosur kemanapun, dimana ada tempat menempel brosur maka di sana aka nada brosur terapi pijat Bowo. Para pelanggan yang terpuaskan dengan jasa pijat Bowo juga ikut membantu pemasaran dari mulut  ke mulut. Hal tersebut membuat Bowo kebanjiran pelanggan. Memang benar ucapan bahwa sahabat adalah hal yang sangat berharga melebihi emas dan perak.

Selain itu, para penyandang disabilitas tunanetra di bantu oleh sebuah apliksi khusus yang bisa membantu mereka menggunakan gadget. Namun, sayangnya pada tahun 2016 Instagram belum mampu di baca oleh aplikasi tersebut. Tapi dengan percaya diri, Bowo membuat akun Instagram, walau ia tahu bahwa ia belum mampu mengoperasionalkannya. Hal tersebut ia lakukan untuk menunjukan bahwa para penyandang disabilitas tetap mampu menghadapi perkembangan zaman.

BACA JUGA  RE-PODCAST: #ResensiBukuBagus E02 - Dua Buku Komunikasi Recommended Part 2

Keunggulan Berupa Kenyamanan Pelanggan

Bowo memiliki prinsip yang unik, dimana ia berusaha mengajak pelanggan masuk kembali ke alam. Ia menyiapkan instrumen dan gemericik aquarium untuk memberikan kesan suara alami. Bowo juga memijat pelanggannya di area-area yang di minta oleh pelanggannya. Ia tidak akan berpindah area sebelum pelanggannya merasa sudah nyaman.

Kebanggaan Bowo adalah ketika pelanggannya tertidur ketika di pijat olehnya. Bahkan beberapa pelanggan yang tertidur meminta tambahan pijat setelah mereka terbangun. Bowo memang mematok waktu pijat, namun ia tidak serta merta memaksakan pelanggannya mengikuti jadwalnya. Kualitas benar-benar menjadi hal yang utama, bahkan ia siap mengembalikan kembali uang pelanggannya apabila ada pelanggannya yang komplain  setelah beberapa hari masih merasa sakit.

Tri Wibowo Terapis Nusantara memiliki prinsip “di pijat keras tapi tidak terasa sakit dan bisa sembuh.” Ia berpendapat bahwa para pelanggan dating untuk di pijat demi mendapatkan rasa kenyamanan. Banyak terapis yang memberikan jasa pijatan tapi membuat pelanggannya kesakitan. Baginya, rasa sakit bukan alternatif yang harus di ambil, tapi sebagai alternatif yang di hindari. Ia bahkan membuat level kekerasan pijat dari level 1 s.d 5 (1 lembut, 3 sedang dan 5 keras). Banyak konsumen yang sebelumnya trauma di terapis tempat lain, malah menjadi langganan di tempatnya karena tanpa rasa sakit.

Tri Wibowo Terapis Nusantara memiliki prodak berupa 1) Pijat Relaksasi, 2) Pijat Refleksi untuk Keseleo, Gejala Stroke Ringan sekitar Rp 70.000, 3) Pijat Kesehatan Reprofuksi, 4) Pijat Wajah dan 5) Bekam Kering. Kisaran biayanya cukup murah (Rp 50.000 – Rp 70.000) dengan kualitas yang spektakuler. Bowo sendiri pernah memijat ulama besar dan bahkan pergi ke Malaysia untuk memberikan jasa terapisnya. Radio Republik Indonesia (RRI) juga pernah mengundangnya dalam diskusi di Program Lentari Kasih.

BACA JUGA  RE-PODCAST: #EntrepreneurMuda E04 - Membangun Usaha / Bisnis F&B di Masa Pandemi

Bertahan Di Tengah Pandemi

Pandemi menjadi ujian yang cukup berat bagi Bowo. Tercatat hanya 8 orang yang datang untuk di terapi pada bulan Mei 2020. Kita menyadari dimana Tuhan memberi ujian maka di sana akan ada peluang. Penurunan permintaan jasa terapi Bowo di imbangi oleh kenaikan permintaan Madu. Kenaikan permintaan madu itu di akibatkan oleh keinginan masyarakat untuk menaikan kekebalan tubuhnya menghadapi Covid-19.

Bantuan sembako dari pemerintah ikut meringankan beban Bowo dalam menghadapi penurunan permintaan jasa akibat Covid-19. Walau harus makan mie setiap hari, Bowo masih bersabar menghadapi pandemi. Setelah lebaran (akhir mei 2020) kondisi pesanan jasa kembali meningkat, namun sejak September s.d November 2020 kondisi masih terbilang belum kembali normal. Namun, Bowo masih optimis bahwa usahanya akan tetap bertahan karena support orang-orang di sekitarnya.

PIJAT ATAU MASSAGE DI YOKYAKARTA? YUK HUBUNGI TRIWIBOWO TERAPIS NUSANTARA

Instagram: https://www.instagram.com/triwibowo_t…
Facebook:
https://web.facebook.com/terapitriwib…
WhatsApp: 0813-3230-0904
Google Maps: https://g.page/Pijatmasbowo?share

Sebenarnya masih banyak yang ingin di kisahkan dalam artikel ini. Namun karena keterbatasan waktu kami persingkat saja. Untuk mengetahui secara detail proses wawancara dapat mendengar di Re-Podcast.id. Atau kalau ingin melihat secara detail proses wawancara bisa melihat di Chanel Youtube kami.