Penyakit Rendah Diri | Generasi Zet

0
10
Sumber Gambar : pixabay.com
Advertisement

Banyak kegagalan atau bayang-bayang kegagalan muncul di kepala Gen Z dan Gen Y. Gen Z mungkin yang paling berat karena melihat sulitnya perjuangan Gen Y dalam menghadapi dunia kerja. Sikap rendah diri akan hadir dalam benak Gen Z dan Gen Y.

Apakah teman-teman menilai diri dengan cap tertentu?

Misalnya mencap kekurangan seperti “saya sulit berkomunikasi”

Atau mencap bidang kerja “saya tidak bisa kerja marketing”

Mungkin juga mencap karakter seperti “saya tidak bisa kerja keras”

Ketika kita memberikan identitas lewat cap-cap atau stigma negatif kepada diri sendiri maka itu namanya Rendah Diri. Rendah Diri ini kadang tidak disadari dan hadir di alam bawah sadar.

Advertisement

Misalnya teman-teman sudah belajar bahasa inggris dari SD sampai Kuliah, teman-teman juga paham ketika menonton Film Amerika tanpa Subtitle. Teman-teman bernyanyi lagu-lagu berbasa Inggris, lalu teman-teman juga menfollow dan memahami setiap Caption di IG yang berbahasa Inggris. Tetapi ketika bertemu klien bule, tiba-tiba teman-teman menjadi bisu seketika. Ketika di minta untuk membantu menghadapi Bula itu, teman-teman bilang “saya gak bisa bahasa Inggris.” Lalu kemana kemampuan Inggris kamu selama ini?

BACA JUGA  Cinta Sejati dan Nafsu Duniawi | Bengkel Cinta

Nah, itu gambaran rendah diri yang akan membatasi potensi diri kamu.

Rendah Diri

Rendah Diri adalah perasaan subjektif yang timbul karena tidak mampu mengatasi perasaan ketakutan yang menilai diri bersifat lemah. Biasanya terjadi didalam diri orang-orang yang memiliki konsep diri negatif dan harapan ideal yang terlalu tinggi.

Misalnya teman-teman beranggapan bahwa mereka yang mampu berbahasa Inggris adalah orang yang fasih seperti Fiki Naki, sementara teman-teman beranggapan bahwa dirinya adalah orang yang tidak mampu berbahasa Inggris. Maka dapat dipastikan hal tersebut akan melahirkan sikap Rendah Diri.

Rumus Rendah Diri adalah

Konsep Diri Negatif + Konsep Harapan yang terlalu Ideal = Rendah Diri

Menjawab Masalah Konsep Harapan Terlalu Ideal

Sekarang kita bahas dulu bagaimana konsep diri yang Ideal. Dalam hidup ada tiga tingkatan dalam gambaran konsep kemampuan, yaitu dibawah standar, standar dan Ideal.

Tentu ketika kita tidak perlu memiliki kemampuan seperti Jerome Polin ketika di minta untuk menghitung jumlah harga belanjaan kita. Kemampuan standar hitungan matematika setingkat SD sudah cukup mampu menjawabnya.

BACA JUGA  Fenomena Foya-Foya | Citizen 4.0

Sehingga setiap kita menghadapi sebuah tantangan, kita harus menghitung dulu standar keahlian yang dibutuhkan. Barulah kita menilai tingkat kemampuan kita.

Tapi, masalahnya acapkali kita tidak tahu apakah kita mampu menghadapi sebuah tantangan atau tidak. Kadang, kemampuan kita berkembang melampaui dari yang kita ketahui. Misalnya kemampuan memasak, awalnya kita tidak bisa, tetapi karena terbiasa maka kita jadi ahli.

Rumus Sederhana Menentukan Konsep harapan:

  • Pertama, Hadapi Tantangan, jangan langsung mundur, ada baiknya kita mencoba terlebih dahulu. Kali aja ternyata kamu mampu melewati tantangan itu.
  • Kedua, nilai kemampuan secara benar (dibawah Standar, Standar atau Ideal), jangan bilang kalau kamu pasti gagal dalam presentasi karena kamu kurang rupawan. Padahal yang dinilai dalam presentasi bukan rupa kamu, tapi apa yang kamu presentasikan. takut

Menjawab Masalah Konsep Rendah Diri

Sekarang kita bahas kemapuan diri kita. Perlu teman-teman ingat bahwa manusia bukanlah mahluk yang diam, manusia senangtiasa bergerak dan berubah, tentunya terus bertumbuh. Kemampuan kita hari ini, tidaklah sama seperti kemampuan kita kemarin.

BACA JUGA  Membangun Jiwa Kepemimpinan | EnterPreneur

Kemampuan dapat berkembang dengan beberapa cara

  • Pertama, karena belajar, Jerome Polin tidak lahir dan tiba-tiba bisa matematika. Tentu dia ada proses belajarnya.
  • Kedua, karena pembiasaan, teman-teman akan sadar bahwa Jerome Polin terbiasa mengasah otaknya dengan matematika. Jerome Polin akan kalah jika ditantang melakukan sesuatu yang tidak biasa dia lakukan, contohnya seperti memasak dan menyaingi Chef Renata, Chef Arnold atau Chef Juna.
  • Ketiga, karena pergaulan, nah kemampuan acapkali berkembang dari tertular oleh sahabat.

Sekarang kita pelajari, kenapa teman-teman bisa gagal menyadari kemampuan dirinya sendiri:

Pertama, karena lingkungan, teman-teman terlalu sering mendengarkan omongan negatif tentang diri teman-teman. Padahal teman-teman itu mampu menghadapi tantangan tersebut.

Kedua, karena diri sendiri, teman-teman mampu tapi takut mencoba dan akhirnya menyimpulkan bahwa teman-teman tidak mampu. Nah, sangat disayangkan karena jika demikian, teman-teman tidak akan pernah maju dalam menjejaki karir.

Afterword

Okay sekian pembahasan sekilas tentang masalah rendah diri. Jangan biarkan rendah diri ini menjangkiti teman-teman dan orang terdekat teman-teman. Kuncinya, coba dulu sebelum menyimpulkan.

Advertisement