Pahami Hukum Kebalikan Untuk Sukses | Re-Talk

0
34
Advertisement

Kisah Sebuah Biji Kurma

Suatu ketika, ada sebuah biji kurma ingin tumbuh dari dalam tanah. Ketika ia tumbuh keatas, ia menabrak sesuatu yang amat keras, itulah sebuah batu. Lalu, ia meminta batu untuk menyingkir dari jalannya, “wahai batu, saya ingin tumbuh keatas untuk merasakan cahaya matahari, alangkah baiknya jika engkau menyingkir.”

Ia merasa iri karena kawannya, biji kurma yang lain, tumbuh tidak di hadapkan oleh batu besar. Mereka dengan cepatnya merasakan udara bebas dan cahaya matahari.

Sang Biji kurma memohon terus, tapi sang batu tetap diam. Bukan menyerah, sang biji kurma terus berusaha melawan batu tersebut. Ia terus mendorong sang batu dari dalam tanah. Ia julurkan akar-akarnya keseluruh bagian tanah agar menjadi tumpuan yang kuat mendorong batu. Lalu setelah sekian lama, ia akhirnya berhasil mendorong batu dan tumbuh ke atas dan merasakan cahaya dan udara segar. Sang batu yang tersingkir, terguling jatuh kesamping dirinya. Sang batu masih tetap diam tak bergeming.

BACA JUGA  Ketika Kekasih Meminta Untuk Berubah | Bengkel Cinta

Beberapa tahun kemudian, angin kencang menerpa pertanian kurma tempat ia tinggal. Kurma-kurma yang tumbuh tanpa terhalang batu menjadi tumbang karena akarnya yang lemah. Sementara dirinya yang sewaktu masih bibit dulu dihalangi oleh batu, menjadi tumbuh kuat sehingga mampu bertahan menghadapi angin.

Setelah bencana tersebut selesai terjadi, sang batu akhirnya bicara, “Bertahun-tahun ini aku diam, semata-mata bukan karena aku membenci kamu. Tetapi, karena kehadiran ku di siapkan untuk menguatkan akar-akar mu. Aku diam, agar tekat mu semakin kuat melawan ku.”

Sang Pohon Kurma berterimakasih terhadap batu tersebut karena memberinya kesulitan di waktu ia kecil. Sehingga kini ia bisa melewati kesulitan diwaktu dirinya sudah besar dan dewasa.

Advertisement

Penafsiran

Kisah ini sebenarnya saya susun untuk menjelaskan bahwa terdapat realita hidup yang bersifat Paradoks. Banyak Orang mengalami Paradoks Berfikir mengenai Realita Hidup. Yaitu, ingin Sukses, tetapi malah Lari dari Masalah. Padahal ketika lari dari masalah, mereka juga lari dari jalan menuju kesuksesan.

Disini saya akan menjelaskan mengenai hukum kebalikan. Dalam hukum ini dijelaskan bahwa semakin lari dari penderitaan, semakin menderita diri kita. Semakin dekat pada penderitaan, semakin bahagia diri kita . Hal ini sebenarnya sudah di sampaikan dari banyak dongen dan mitologi. Salah satu dongeng ini adalah mengenai dua burung gagak.

BACA JUGA  RE-PODCAST: #ResensiBukuBagus E01 - Resensi Buku How Democracies Die

Dongeng Dua Burung Gagak

Ada dua burung gagak kecil yang tinggal di dalam sebuah sarang. Induk mereka meninggalkan mereka karena terbunuh oleh manusia. Setiap hari mereka mencari makanan di sekitar sarang mereka. Suatu ketika, sarang mereka tinggal mengalami bolong dibagian tengah.

Sang Kakak yang mendapati hal tersebut pertama kali, mengamati lubang tersebut. Lalu, ia berfikir bahwa nantinya sang adik akan memperbaikinya dan tidur di pojok sarang. Ketika sang Adik sampai di Sarang, ia mendapati lubang di Sarangnya. Lalu ia melihat kakaknya tertidur di pojok sarang. Ia berfikir bahwa nantinya kakaknya akan memperbaiki sarangnya ketika bangun tidur.

Mereka berdua saling melempar tanggung jawab diam-diam hingga suatu ketika angin kencang meniup pohon. Sarang mereka yang sudah rusak itu akhirnya hancur dan kedua burung gagak yang masih kecil ini kehilangan sarang mereka.

Penafsiran

Disini saya mau menjelaskan bahwa ketika kita terus diam dalam kenyamanan pribadi, menghindari tugas dan tanggung jawab, bahkan melemparnya kepada orang lain, hal tersebut dapat dipastikan menjadi sebuah jalan praktis menuju bencana di masa depan. Selagi kita mendapat kesempatan untuk merubah nasib, selama tugas dan tanggung jawab masih bisa kita emban, maka berjuanglah sebelum semuanya terlambat yaitu ketika semua pintu kesempatan sudah tertutup.

BACA JUGA  Penolakan atau Denial | Generasi Zet

Sehingga, jangan lari dari tanggung jawab, jangan menyerah dengan ujian, jangan diam dalam kekalahan. Hadapilah, Bergeraklah dan Lawanlah, demi masa depan yang lebih baik.

Advertisement