Menjadi Seorang Entrepreneur / Pengusaha | EnterPreneur

0
14
Advertisement

Awal kali, saya akan mendefinisikan apa itu Enterpreneur. Enterpreneur bukan hanya pengusaha yang memutar modal, tetapi bicara sebuah pertumbuhan usaha. Sehingga dalam dunia Enterpreneur, tidak ada yang namanya Stagnan.

Prinsip pertama para enterpreneur adalah bersahabat dengan ketidakpastian dan terbiasa menghadapinya. Jika para karyawan adalah mereka yang duduk diam didalam kapal, tidak banyak berfikir dan hanya mengikuti perintah kapten kapal. Para Enterpreneur adalah ia yang memegang kemudi, mencari rute dan berjibaku dengan ombak badai.

Para Enterpreneur tidak menemukan jalan yang mudah, apalagi bermimpi menjadi kaya dalam semalam. Keberhasilan para Enterpreneur adalah hasil dari perilaku usaha yang jujur, kerja keras, disiplin dan kepercayaan. Enterpreneur bukan mereka yang mendapatkan keuntungan dari usaha yang bersifat Spekulatif atau pasar keuangan. Tetapi mereka yang menjalankan usaha di Sektor Riil seperti melakukan penjualan hingga pemberian jasa.

Pola Pikir Enterpreneur

Jika saya memahami dari Modul Kewirausahaan karangan Prof. Rhenald Kasali dkk (2009) berpendapat bahwa Pola Pikir Enterpreneur adalah Orientasi Aksi, Berfikir Simpel, Mencari Peluang, Disiplin, Memilih Peluang Terbaik, Fokus pada Eksekusi dan Bekerja dalam Team. Sementara Ir. Hendro MM. menjelaskan bahwa sikap kewirausahaan adalah Berfikir Positif, Respon Positif, Orientasi Masa Depan, Kompetitif, Ingin Tahu, Pecinta Kesempuraan, Semangat, Pekerja Keras dan Komitmen.

Bagi saya, ini masih terlalu sulit di pahami dan di terapkan oleh teman-teman para Enterpreneur Muda. Jadi, saya melakukan kontempolasi dan menemukan bahwa mindset utama seorang Enterpeneur adalah Orientasi Masa Depan, Evaluatif dan Mau Berubah.

  • Pertama, Orientasi Masa depan artinya seorang Enterpreneur sudah membayangkan hal-hal yang ia ingin kembangkan di masa depan, serta sesuai dengan minatnya.

Misalnya kamu pecinta teh, tetapi semua tempat itu jualannya kebanyakan Kopi. Padahal Teh banyak jenisnya dari Teh Hitam, Hijau, putih, Oolong dan bahkan ada campuran Herbal. Kamu akhirnya punya Visi untuk membangun Kedai Teh yang bekualitas menyaingin Kopi. Jika Kopi memiliki hawa kerja, Teh memiliki hawa sejuk, tenang dan santai. Nah, itulah Visi atau Masa Depan yang kamu ingin raih.

Advertisement
  • Kedua, Evaluatif artinya seorang Enterpreneur selalu mengevaluasi Langkah, Sikap, Perilaku, Pertemanan, Pengalaman, Pengetahuan dan lainnya.
BACA JUGA  Leading In Crises by Rhenald Kasali | Resensi Buku Bagus

Initinya seorang Enterpreneur berusaha mengevaluasi semua hal yang berkaitan dengan Visinya dengan pertanyaan besar, “Berapa jauh langkah saya menuju Visi yang saya Impikan?”, “Apakah langkah saya sudah tepat?”, “Apakah ada perbaikan dari langkah saya sebelumnya?”

Misalnya ketika kamu ingin membangun Usaha Teh, ternyata kamu belum punya Pengalaman, yasudah kamu harus mencari Pengalaman dengan magang atau berkawan dengan mereka yang punya usaha serupa, misalnya usaha Kedai Kopi yang gambaran usahanya mendekati dengan gambaran Visi di kepala Kamu.

Atau kamu mendapati hambatan internal seperti masih Malas, Kurang Disiplin, Cepat Bosan dan lain sebagainya. Yasudah, kamu harus Evaluatif bahwa sikap-sikap itu adalah sikap buruk yang akan membuat kamu gagal dan Visi kamu hanya menjadi angan belaka.

  • Ketiga, Mau Berubah, yaitu kamu harus terbuka atas kekurangan dan kegagalan kamu, serta berusaha menjadi lebih baik.

Tidak semua orang terlahir dengan kebiasaan baik, karena Kerja Keras, Disiplin, Tanggung Jawab, Komitmen dan lainnya terbangun dari kebiasaan. Tidak semua orang juga terlahir sebagai orang berilmu dan mampu menyelesaikan masalah, semua hal itu harus di dapat dari Belajar dan Pengalaman. Jadi, para Enterpreneur adalah orang yang senang tiasa mengevaluasi diri dan mau berubah untuk terus bertumbuh, walau hanya satu aspek saja.

Orientasi Perilaku Enterpreneur dan Keterampilan Enterpreneur

Sebelumnya sudah saya jelaskan mengenai Pola Pikir Utama seorang Enterpreneur yang akan membangun Kepribadian dasar seorang Enterpreneur yang Unggul. Maka selanjutnya saya jelaskan mengenai Cara Enterprneur Bersikap dalam menghadapi Kediriannya, Lingkungan, Pekerjaan, Resiko dan Organiasi.

BACA JUGA  RE-PODCAST: #ResensiBukuBagus E04 - Seni Mengatasi Depresi dan Coping With Depression

Mengadaptasi Ide Perilaku Wirausaha Ir. Hendro MM., saya menyusun beberapa cara Cara Enterprneur Bersikap antara lain.

  • Dalam menghadapi Dirinya, ia akan berusaha untuk meneguhkan keyakinannya dan berusaha membangun dirinya dengan menggunakan Pola Pikir Utama seorang Enterpreneur yaitu Fokus Masa Depan, Evaluatif dan Mau Berubah
  • Dalam menghadapi Lingkungannya, ia akan berusaha memasarkan dirinya dan prodaknya sebaik mungkin di lingkungannya.
  • Dalam menghadapi Pekerjaan, ia akan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan sebaik mungkin, dan bahkan ia berusaha menyelesaikannya lebih baik dari siapapun.
  • Dalam menghadapi Resiko, ia akan berusaha untuk bersikap Rasional, dengan menfokuskan akal pikir ia akan menerka tingkat resiko dan mencari peluang cara untuk menghadapi hal tersebut.
  • Dalam menghadapi Organisasi, ia akan berusaha untuk menjadi pemimpin yang menginspirasi, memberikan harapan dan menjadi contoh.

Keterampilan Seorang Enterpreneur

Seorang Enterpreneur perlu keterampilan dasar yaitu

  • Kemampuan Kepemimpinan, Menggerakan Anggota,  Mengorganisir Anggota dan Menghadapi Konflik

Kemampuan ini adalah kemampuan dasar dalam keorganisasian. Sehingga seorang Enterpreneur haruslah orang yang handal dalam berorganisasi. Jika kalian kurang dalam pengalaman beroroganisasi, tidak ada kata terlambat selama hayat masih di tanggung badan, belajarlah dan mulaikan mengembangkan kemampuan ini.

  • Kemampuan Komunikasi

Kemampuan ini di butuhkan baik untuk mengkomunikasikan perintah didalam internal organisasi dan juga mengkomunikasikan pemasaran ke eksternal organisasi. Kemampuan komunikasi bisa di asah lewat mempelajari teori dan tips komunikasi di buku dan internet. Tetapi memerlukan praktek dengan cara memaksa diri berkomunikasi dengan sesering mungkin.

  • Berfikir Strategis serta Mencari Peluang dan Menghadapi Hambatan

Kemampuan ini adalah kemampuan konseptual yang harus di miliki oleh semua Enterpreneur. Kemampuan ini bisa di dapat dari belajar teori dan pengalaman lapangan yang nantinya akan membentuk skill (kemampuan).

BACA JUGA  Berhati-hati Ambil Resiko | EnterPreneur

Selain itu ia juga harus memiliki kemampuan Khusus terkait dengan bidang yang ia tekuni, yaitu

  • Keterampilan Menjual

Keterampilan menjual setiap prodak akan berbeda. Memasarkan Kedai bisa dengan strategi tebar parfume kopi dls, tetapi memasarkan toko sembako berfokus pelayanan yang cepat dan murah. Sehingga seorang Enterpreneur harus memahami nilai penting dalam ranah usahanya, yang nantinya bisa menarik pelanggan.

  • Keterampilan Teknis

Keterampilan teknis dalam tiap bidang usaha amatlah berbeda. Ada beberapa Enterpreneur yang “nekat” berbisnis dalam ranah bidang yang ia baru pelajari secara teknis, bahkan ia sendiri kurang berminat dengan bidang usaha tersebut. Hal ini harus di catat bahwa tidak semua bidang usaha bisa kita kuasai, keterampilan teknis membutuhkan kemampuan lapangan yang tinggi. Walau nantinya keterampilan teknis akan berkurang ketika usaha makin berkembang (karena tersedot ke ranah konsep), tetapi keterampilan teknis sangat dibutuhkan bagi seorang perintis usaha.

  • Keterampilan Teknologi Informasi

Saat ini semua prodak terknoneksi Internet, bahkan salah satu faktor pemasaran dan penjualan berasal dari Internet. Disini saya katakan bahwa semua orang harus bisa memahami Internet, terutama seorang Interpreneur. Ia harus memahami teknologi-teknologi baru yang nantinya akan menjadi percepatan dalam membangun usaha.

  • Keterampilan Konseptual terkait Bisnis yang ia Tekuni

Sudah saya jelaskan bahwa keterampilan teknis sangat di perlukan di awal kali, tetapi berangsur-angsur akan mengarah ke keterampilan konseptual. Setiap ranah usaha memiliki pola pengembangan yang berbeda-beda. Jika toko sembako ingin berkembang, ia akan membuka toko-toko atau menjadi suplayer sembako di perkampungan. Sementara kedai teh berbeda pola dalam bertumbuh yaitu dapat melalui francaise. Maka strategi terkait dengan bidang usaha yang kita geluti amat sangat di butuhkan oleh teman-teman dalam berusaha.

 

Advertisement