Mencintai : Antara Fantasi dan Kenyataan | Bengkel Cinta

0
20
Sumber Gambar : www.pexels.com
Advertisement

Kemarin kita sudah membahas tips memilih pasangan bagi anak muda yang sedang mencari pasangan hidup. Tetapi, sebenarnya ada sebuah kesalahan fatal ketika kita memilih seseorang, yaitu kita menilai orang lain berdasarkan persepsi kita. Mari kita membahas masalah Mencintai, Antara Fantasi dan Kenyataan.

Fantasi dan Kenyataan

Fantasi adalah gambaran seseorang didalam alam pikir kita akibat persepsi yang kita bangun. Misalnya, karena dia baik kepada kita, maka kita anggap dia mencintai diri kita. Sementara lawan dari fantasi adalah kenyataan, yaitu kondisi yang sejatinya terjadi dan merupakan sebuah kebenaran.

Misalnya, setelah kita telisik, awalnya kita anggap dia baik kepada kita karena dia menyuikai diri kita, ternyata, dia baik kepada hampir semua orang yang ia temui.

Cinta terkadang bersifat buta, pandangan kita menjadi sempit sehingga kita sulit menilai. Hal ini bisa membuat kita jatuh cinta kepada fantasi tentang seseorang, bukan orang tersebut secara kenyataan.

Satu-satunya cara untuk menghapus fantasi ini adalah dengan melakukan pendekatan. Disini kita akan memahaminya dari sisi terang dan sisi gelapnya.

Ketika kebenaran terungkap, lalu harapan tak sesuai kenyataan, maka rasa cinta kita bisa terhapus. Sementara ketika harapan sesuai dengan kenyataan, rasa cinta bisa semakin menguat. Sehingga, jangan pernah biarkan diri kita jatuh cinta dalam fantasi belaka, ungkap kebenarannya dan cintai seseorang dalam keadaan sebenarnya.

Advertisement
BACA JUGA  Pendahuluan | EnterPreneur

Kembali Kepada Mantan Kekasih

Demikian pula ketika kita ingin kembali dengan mantan kekasih kita. Mungkin dimasa lalu misalnya setahun atau dua tahun yang lalu kita memadu kasih, lalu putus karena permasalahan tertentu. Lalu, terpikir untuk kembali kepadanya, karena kita berfikir bahwa dia masih orang yang dulu, yang saling mencintai dengan kita.

Padahal, waktu pasti merubah seseorang, jangan-jangan kita jatuh cinta dengan dia yang ada di masa lalu, bukan dia yang hari ini ada. Begitu juga dengan dia, bisa saja dia memandang kita sebagai diri kita di masa lalu, bukan diri kita yang sudah memiliki sifat berbeda seperti sekarang.

Pertemuan kalian kembali akan membuat kalian kecewa, karena banyak hal-hal yang berubah dari diri kalian. Jadi, janganlah terjebak dalam fantasi, kembalilah kepada kenyataan dan terimalah kebenaran yang ada.

Advertisement