Mari Berubah! | EnterPreneur

0
14
Sumber : pixabay.com
Advertisement

Investatif Vs Konsumtif

Prof. Rhenald Kasali dkk mengajarkan bahwa untuk dapat menjadi seorang Enterpreneur menuntut kita untuk berubah. Perubahan yang utama adalah merubah diri menjadi seorang yang Investatif dari pada Konsumtif.  Mari kembali ke Definisi terlebih dahulu, konsumsi menurut KBBI adalah pemakaian barang hasil produksi. Sementara produksi menurut KBBI adalah proses mengeluarkan hasil atau pembuatan barang tertentu untuk memenuhi kebutuhan kita.

Konsumsi dan Produksi adalah dua mata koin yang saling menempel satu sama lain. Umumnya kita melakukan kegiatan produktif agar dapat melakukan konsumsi, kita melakukan konsumsi agar dapat kembali produktif dikemudian hari.

Konsumsi ada yang sifatnya Investatif yaitu akan berpengaruh terhadapn kinerja produksi kita di kemudian hari. Contohnya seperti belajar, membangun jaringan, mencari pengalaman, mengikuti pelatihan dan lain sebagainya.

Namun ada konsumsi yang sifatnya Konsumtif, yaitu tidak ada pengaruhnya terhadap kinerja produksi kita di kemudian hari. Contohnya memakan makanan mewah, membeli mobil mewah, berfoya-foya dls.

Bahkan, konsumsi yang sifatnya Konsumtif dapat menurunkan tingkat produktifitas kita karena kita kehilangan modal, waktu, tenaga, pikiran dan kehilangan kesempatan membangun jaringan pertemanan yang sehat.

Selain itu, para Enterpreneur Sejati akan berusaha untuk mengefisiensikan konsumsi yang dilakukannya, walau konsumsi itu tujuannya Investatif sekalipun.

Advertisement

Contohnya ketika ingin Belajar, Enterpreneur Sejati mencari biaya yang paling murah namun memberikan Ilmu yang melimpah. Atau ketika ingin mengikuti pelatihan, agar murah Para Enterpreneur tidak jarang bersedia menjadi pegawai di tempat tertentu. Selain ia mendapat penghasilan, ia mendapat kesempatan untuk mempelajari dan bahkan meniru teknik usahanya tempat dia menjadi pegawai.

Sehingga, awal kali teman-teman ingin menjadi seorang Enterpreneur, mari di pilah antara Perilaku Investatif yang mendorong produktifitas dan Perilaku Konsumtif yang menghambat produktifitas.

Modal Usaha

Sebelumnya sudah saya sebutkan bahwa seorang Enterpreneur harus bersifat Investatif dalam menggunakan waktu, tenaga, uang, pikiran dan lain sebagainya. Sekarang, saya bentuk modal yang harus kita jaga dan bangun untuk bekal menjadi seorang Enterpreneur. Ir. Hendro, MM., menjelaskan bahwa bentuk modal usaha ada 10 jenis yaitu:

BACA JUGA  Otaku, Weeb dan NEET | Citizen 4 0

Modal Equity (Uang & Aset)

Tentu sudah di sepakati bahwa untuk membangun usaha perlu Modal Uang dan Aset. Teman-teman pasti sudah terpikirkan berbagai cara untuk mendapatkannya. Sehingga tidak perlu banyak penjelasan.

Modal Pengalaman

Pengalaman bisa menjadi titik awal dalam membangun usaha. Kita akan sangat kesulitan memulai bisnis jika kita tidak memiliki pengalaman. Contohnya teman saya Masykur Aulia yang pernah kami wawancarai di Re-Podcast.id. Ia memiliki pengalaman dari semenjak SMP hingga SMK, sehingga memudahkan ia membuka Usaha selulusnya dari SMK.

Modal Pengetahuan

Pengetahuan dalah ranah Teori dari Pengalaman. Jika Pengalaman berbicara hal Real, maka Pengetahuan berbicara Teorinya. Contohnya Dalam bisnis kita harus tahu ada teori POAC yaitu Planing (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Penggerakan) dan Controling (Kontrol Evaluasi).

Ada teman saya yang ketat dalam Perencanaan, Pengorganisiran dan Pengerakan, tetapi gagal dalam Kontrol Evaluasi. Ia menyadari bahwa bisnisnya mulai merugi dan modalnya menyusut, tetapi ia terus bertahan dengan pola bisnis yang sama, ia tidak memiliki kepekaan bahwa ia harus berubah karena kondisi sudah berbeda dengan yang ia rencanakan awal. Sehingga pada akhirnya modalnya habis dan bangkrut.

Teori akan saya jelaskan di lain waktu, tetapi skill dasar Teori yang perlu teman-teman kuasai adalah

  1. Teori Manajemen Dasar
  2. Teori Manajemen Pemaaran
  3. Teori Manajemen Keuangan
  4. Teori Manajemen SDM
  5. Teori Manajemen Operasi
  6. Teori Manajemen Streategis

Kalau-pun teman-teman bukan berasal dari Manajemen, cukup beli bukunya di Toko Offline maupun Online. Pelajari saja dasar-dasarnya, karena dasar itu bersifat Universal dan akan sangat membantu teman-teman dalam menyelesaikan gemelut masalah.

Modal Skill (Keahlian = Pengalaman + Pengetahuan)

Skill adalah campuran dari Pengalaman dan Pengetahuan. Jika seorang memiliki Skill, maka ia sudah mampu memecahkan masalah dengan Efektif, Efisien dan Inovatif. Mereka yang hanya berkuliah, tidak akan memiliki Skill. Sebaliknya, mereka yang hanya di Lapangan, tidak akan memiliki Skill, hanya menjadi petugas lapangan selamanya.

BACA JUGA  Mahalnya Konsentrasi di Era 4.0 | Generasi Zet

Sementara mereka yang Berkuliah dan menyeimbangkan dengan Praktek di Lapangan akan memiliki Skill, hal ini jarang terjadi di Indonesia karena kebanyakan mahasiswa Indonesia lebih senang bermain setelah perkuliahan dibanding bekerja banting tulang.

Modal Konsep Bisnis

Konsep Bisnis adalah sebuah modal, tanpa ini bisnis tidak bisa di mulai. Jadi, teman-teman yang memiliki Konsep Bisnis silahkan di bicarakan dan di uji dengan dialog ke sahabat atau keluarga teman-teman.

Saya sering menemui kawan yang Konsep Bisnisnya muluk-muluk, tetapi ketika saya kritisi agak kebingungan dan malah emosi marah-marah karena beranggapan tidak yakin akan kemampuannya.

Konsep Bisnis tidak perlu kompleks atau lebay, cukup ada kejelasan target, operasi, peluang dan kemampuan menjalankannya, Itu saja sudah cukup. Selain itu, ketika di kritisi jangan marah, jawab keraguan atas konsep bisnis kamu, kali saja dari sana akan ditemukan cara ampuh untuk lebih menyempurnakan Konsep Bisnis tersebut.

Modal Jaringan

Jaringan ini sering di remehkan oleh teman-teman. Ketika kita memilih seorang Sahabat, sebenarnya disana masa depan kita di tentukan. Sahabat bisa membuat kita hancur atau tumbuh. Jangan habiskan masa muda kalian dengan berteman dengan mereka yang kerjanya hanya santai, main-main dan berleha-leha. Karena mereka akan berakhir menjadi karyawan.

Kalau mau menjadi seorang Enterprenreur, bergaulan dengan mereka yang energik, inovatif, aktif dan bahkan yang juga berambisi untuk membangun usaha juga.

Modal Kreativitas dan Inovasi

Masa depan adalah milik orang yang Kreatif yang mampu memberi pemecahan masalah secara Inovatif. Tapi, kreatifitas akan menghilang dan berkurang ketika kita makin dewasa. Sehingga kita harus membentuk ulang diri kita dengan sering-sering berlatih agar kreatif. Salah satunya adalah dengan mencoba hal yang berbeda dalam memecahkan masalah.

Contoh ketika kita lapar, maka kita ingin makan, lalu ada pilihan banyak restoran, jangan pergi ke tempat langganan saja, coba cari tempat lain. Atau dalam perjalanan pulang ke rumah, coba gunakan rute yang berbeda. Bisa juga kita berganti-ganti Merk HP ketika membeli HP baru.

BACA JUGA  Pendahuluan | EnterPreneur

Intinya, jangan pernah mengikuti pola dalam hidup. Dari situ kita akan belajar hal baru yang merangsang cara pikir kita. Lewat pengetahuan baru, pengalaman baru, pola pikir baru dan bahkan dinamkina baru.

Modal Keberanian

Keberanian adalah modal yang penting bagi kita mengawali, menjalani dan menghadapi masalah ketika menjadi Enterpreneur. Keberanian bukan artinya tanpa rasa takut, tetapi mampu mengontrol rasa takut. Mereka yang hidup tanpa rasa takut, kita sebut nekat, dan para Entrepreneur yang Modal Nekat biasanya lebih berpotensi gagal. Sementara Enterpreneur yang memiliki keberanian, mampu menghadapi masalah karena ia menjawab rasa takutnya dengan tindakan yang tepat. Karena rasa takut hadir untuk mengingatkan kita akan bahaya.

Modal Spiritual

Modal ini adalah modal mental dimana memberikan kita alasan untuk bertahan walau-pun di dera cobaan. Karena disadari bahwa menjadi seorang Enterpreneur, awal-awal pasti tidak banyak untung, dan kalau-pun mendapat keuntungan, tidak selamanya pendapatan itu stabil datang kepada kita.

Contohnya Re-Podcast.id yang teman-teman saat ini dengar, mungkin modal yang kami keluarkan sudah cukup besar antara 15 s.d 20 juta rupiah, namun kami belum mendapatkan untung sama sekali. Bahkan, kami menggunakan lini bisnis lain seperti pembuatan website untu bisa terus menghidupi lini bisnis ini. Dorongan Spiritual yang membuat kami tetap melakukan rekaman adalah keinginan kami semua untuk memecahkan masalah Anak Muda. Itulah kebermaknaan yang memberikan kami kekuatan, yaitu ketika kami mampu membantu kalian.

Modal Keberuntungan / Kesempatan

Berbicara mengenai Kesempatan, silahkan teman-teman memohon kepada Tuhan Yang Masa Esa untuk di pertemukan dengan kesempatan ini. Tetapi, Tuhan sendiri meminta manusia untuk berusaha barulah ia menurunkan karunianya. Layaknya Petani yang berkeyakinan datangnya hujan sehingga ia tetap membajak sawahnya.

Advertisement