Fenomena Tekanan Mental Pada Remaja Part 2 | Citizen 4.0

0
40
Sumber Gambar : pixabay.com
Advertisement

Dalam artikel sebelumnya sudah dijelaskan beberapa hal yang bisa membuat anak muda tertekan. Berikut penjelasan lanjutan alasan mengapa anak muda bisa mengalam tekanan mental:

  1. Masalah Akademik atau Karir – Anak muda banyak mendapat Tekanan Akademik untuk mendapatkan keahlian tertentu, namun pembelajaran Virtual membatasi ilmu yang mereka dapatkan. Demikian juga anak muda yang sudah berkarir, banyak dari mereka berada didalam zona ketidakpastian ancaman PHK.
  2. Masalah Keluarga – Keluarga acapkali memberi tuntutan untuk sukses dalam akdemik, karir dan keluarga. Bahkan mengharapkan agar mereka mencapai status tertentu.
  3. Masalah Teman Sebaya – Pertama, pembullyan, dijahili atau diasingkan bisa menjadi faktor pemicu stress dari teman sebaya. Kedua, kesuksesan teman sebaya dalam akademik atau karir bisa memicu masalah rendah diri.

Menghadapi Tekanan Mental

Masalah Akademik atau Karir

Dalam menghadapi masalah Akademik, teman-teman harus menyadari bahwa kesuksesan akademik tidak menentukan kesuksesan seseorang di dunia Real! Tetapi, sikap mental atau Emotional Quotien dan sisi spiritual atau Spiritual Quotien ikut menentukan.

BACA JUGA  RE-PODCAST: #EntrepreneurMuda E04 - Membangun Usaha / Bisnis F&B di Masa Pandemi

Banyak dari teman-teman yang dihantui oleh PHK. Buatlah rencana cadangan, apabila keadaan terburuk menimpa teman-teman. Rencana itu bisa berupa alternatif perusahaan lain untuk bekerja atau opsi usaha. Ingatlah teman-teman, banyak dari mereka yang sukses memulai usaha karena di PHK dari tempat kerjanya.

Masalah Keluarga

Keterbukaan adalah kuncinya. Terbukalah akan kondisi kita saat ini. Buat keluarga bisa melihat kondisi dari perspektif sudut pandang kita. Mintalah mereka membantu kita, bukan hanya memberikan beban harapan. Terbukalah, walau hal itu terasa berat di awal, tetapi akan membuat kita lebih lega. Kemana lagi kita bisa meminta bantuan selain kepada keluarga.

Masalah Teman Sebaya

Jika kita berhadapan dengan pembullyan, dijahili atau diasingkan dari teman sebaya. Maka kita harus bersabar, serta jadikan hal itu sebagai dorongan kita untuk berkarya dan membuktikan kepada mereka kalau kita kuat. Carilah minimal satu orang teman yang memiliki nasib dan passion untuk bertumbuh. Jadikan ia sahabat kita, dan bahu membahulah dalam bertumbuh bersama dia.

BACA JUGA  Menginstall Optimisme Dalam Jiwa

Jika kalian rendah diri karena kesuksesan teman sebaya. Teman-teman harus sadar, semua orang memiliki waktu suksesnya masing-masing. Alasannya karena minat, bakat, kepribadian serta passion setiap orang berbeda. Mungkin bagi mereka yang ingin menjadi PNS, bisa saja di bawah umur 30 tahun, mereka suda diterima kerja dan dianggap sukses
Berbeda dengan mereka yang ingin merintis usaha. Banyak dari mereka yang belum sukses ketika memasuki umur 30 tahun. Rata-rata, pengusaha-pengusaha akan terlihat sukses ketika diatas umur 30 tahun. Sehingga, setiap orang berada di titik sukses yang berbeda. Jangan samakan dan jangan banding-bandingkan, selain kita jadikan itu pelecut emosi saja.

Advertisement

Advertisement