Fenomena Suka Buat Sensasi | Citizen 4.0

0
6
Sumber Gambar : pixabay.com
Advertisement

Saat ini pasti kita melihat Berita Televisi atau Media Sosial di isi oleh fenomena orang-orang yang mencari sensasi. Awalnya kita anggap mereka mencari sensasi untuk mendapatkan perhatian, popularitas dan simpati. Namun, makin lama kita semakin terganggu dengan usaha mereka mencari sensasi.

Tentunya kita penasaran, apa sih yang terjadi dalam kejiwaan mereka?

Dari sudut pandang Psikologi, mereka yang suka mencari perhatian dengan membuat sensasi disebut mengalami gangguan histrionik. Berikut gejala orang yang mengalami gangguan Histrionik :

  1. Pertama, gejala utama penderita ini adalah suka mencari perhatian. Penderita akan merasa tidak nyaman ketika dirinya tidak diperhatikan.
  2. Kedua, dari masalah penampilan. Demi mendapat perhatian, tak jarang penderita menggunakan pakaian yang mencolok dan bahkan berbau sensual
  3. Ketiga, gaya bicaranya pun suka dibuat-buat, bertingkah dramatis layaknya drama queen atau drama king, dengan disertai emosi yang naik dan turun.

Sebenarnya, penyakit ini harus di pandang serius. Karena pada tingkat yang berbahaya, penderita histrionik bisa mengalami delusi atau halusinasi.

BACA JUGA  Fenomena Foya-Foya | Citizen 4.0

Penyakit ini bisa disebabkan masalah genetik. Tapi, penyebab penyakit ini juga bisa di karenakan pola asuh orang tua yang kurang memberikan perhatian kepada para penderita Histrionik di waktu kecil.

Menghadapi Penderita Histrionik

Sangatlah sulit, meminta orang yang mengalami Histrionik diam. Para penderita Histrionik mengalami rasa lapar karena perhatian. Mereka tidak akan diam, mereka akan terus meminta perhatian. Dan buruknya, walau kita berikan mereka perhatian, mereka akan tetap meminta perhatian lebih.

Advertisement

Jika itu adalah publik figur, tentu mudah untuk memblok atau tidak menfollow mereka. Tidak ada gunanya terus mengikuti perkembangan para publik figur yang hidupnya. Malah, kita harus berhenti memberikan perhatian kepada mereka, agar mereka tersadar bahwa mencari perhatian dengan sensasi tidaklah berguna. Jika ingin mendapat perhatian, carilah dengan memberikan karya yang real. Karya yang bermanfaat bagi masyarakat kita. Karena masyarakat butuh pemecahan masalah, bukan sensasi atau kontroversi yang di setting oleh mereka.

Tetapi, bagaimana jika itu adalah sahabat kita?

Pertama, Tentu kita harus meminta pengertian mereka bahwa kita tidak mungkin menanggapi mereka yang terus meminta perhatian.

BACA JUGA  RE-PODCAST: #ResensiBukuBagus E02 - Dua Buku Komunikasi Recommended Part 1

Kedua, kita harus menyadarkan mereka bahwa hal itu adalah sebuah kelainan Histrionik.

Ketiga, mengajak mereka untuk menemui Psikolog untuk memeriksakan diri mereka.

Ingat, jangan tinggalkan para sahabat kita yang menderita Histrionik, karena jika kita melakukan hal itu, gangguan mental mereka akan semakin parah. Bantulah mereka dengan rela dan Ikhlas, pandulah mereka sampai mereka bisa mengembalikan sisi rasionalitas kedalam jiwa mereka.

 

Advertisement