Fenomena Haus Pujian | Citizen 4.0

0
7
Sumber Gambar : pixabay.com
Advertisement

Mereka yang haus akan Pujian adalah orang-orang yang Narsistik. Mungkin, kebanyakan orang memahami narsis orang yang suka memposting foto selfie-nya dan sebagainya. Namun, sudut psikologi, sikap narsis dapat menjadi sebuah gangguan kepribadian juga.

Dari Psychology Today dan media lainnya, narsistik adalah karakter seseorang di mana mereka memiliki perilaku :

Pertama, merasa Paling Hebat – Tema pembicaraan orang narsistik hanyalah pembicaraan mengenai diri mereka sendiri, bagaimana mereka memberikan kontribusi dalam pekerjaan, hubungan, dan sebagainya secara berlebihan. Namun, pada kenyataannya mereka tidak memberikan kontribusi sama sekali.

Kedua, Hidup dalam Dunia Fantasi – Seorang narsistik akan hidup dalam dunia fantasi ciptaannya sendiri. Di mana mereka adalah orang yang spesial dan paling hebat. Padahal, pada kenyataannya tidak seperti apa yang ia kira.

Ketiga, Membutuhkan Pengakuan, Pujian dan Perlakuan Spesial – Karena memiliki kebutuhan egonya dan kebutuhan superioritasnya, maka seorang narsistik selalu membutuhkan pengakuan dan pujian terus menerus. Karena itu mereka akan selalu berteman dengan orang yang mampu memberikan pujian untuk menyenangkan egonya.

BACA JUGA  Pintar Tidak Sama dengan Sukses | Re-Talk

Keempat, Takut dengan Orang yang Populer dan Percaya Diri – Selain itu, mereka juga merasa terancam terhadap mereka yang tidak suka memuji mereka dan bahkan menantangnya.

Advertisement

Kelima, Mereka Sering merendahkan, mengintimidasi, dan mem-bully orang lain. – Alasannya, orang Narsistik takut kepada orang yang tidak tertarik kepada mereka. Mereka merendahkan dan meremehkan orang tersebut untuk menunjukkan betapa tidak bermaknanya mereka. Mereka berharap agar orang tersebut merasa down atau tertekan mentalnya. Selain itu, mereka tidak memiliki rasa empati terhadap orang lain. Sehingga mereka melakukan hal tersebut tanpa rasa bersalah.

Dampak memiliki penyakit Narsistik

Mereka yang terkena penyakit Narsistik akan merasa tidak bahagia, dan kecewa ketika tidak menerima perlakuan spesial yang mereka harapkan. Orang-orang yang berada di sekitarnya pun akhirnya akan terganggu ketika berada di sekitar orang narsistik . Apabila teman-teman dekat dengan orang yang demikian, sebaiknya teman-teman menghindari mereka. Alasannya karena mereka akan menyakiti teman-teman apabila tidak mendapatkan perlakukan spesial

Jika teman-teman memiliki sahabat yang Narsistik. Serta teman-teman ingin menyembuhkan penyakit mereka. Cobalah untuk menyadarkan penyakit mental yang ia derita. Ajaklah ia untuk mengkonsultasikan diri ke Psikolog. Umumnya, mereka yang menderita Narsistik memiliki masa kecil dengan pola asuh yang salah. Narsistik bisa dipicu oleh masa kecilnya yang mendapatkan perhatian yang berlebihan atau perhatian yang kurang.

BACA JUGA  Fenomena Tekanan Mental Pada Remaja Part 2 | Citizen 4.0

 

Advertisement