Cari Gagasan Usaha | EnterPreneur

0
7
Advertisement

Jika teman-teman lupa, saya ingatkan kembali 10 modal usaha yang di gagas oleh Ir. Hendro :

  1. Modal Equity (Uang & Aset)
  2. Modal Pengalaman
  3. Modal Pengetahuan
  4. Modal Skill (Keahlian = Pengalaman + Pengetahuan)
  5. Modal Konsep Bisnis
  6. Jaringan
  7. Modal Kreativitas dan Inovasi
  8. Modal Keberanian
  9. Modal Spiritual
  10. Modal Keberuntungan / Kesempatan

Jika teman-teman lihat, salah satu modal untuk memulai usaha ada konsep bisnis. Tanpa gagasan usaha yang baik, usaha yang dijalankan akan gagal. Tidak cukup menemukan gagasan yang kreatif, gagasan juga perlu strategi jitu dan eksekusi yang tepat.

Pertanyaannya, lalu dari mana sumber gagasan usaha?

Berangkat Dari Passion

Menjadi seorang Enterpreneur artinya kita menjadi seorang Prajurit dalam sektor Ekonomi. Kalau para serdadu bersenjata adalah prajurit militer, kitalah para penjuang garis depan Ekonomi. Maka teman-teman harus membayangkan akan perjuangan tiada akhir layaknya pertempuran dahsyat yang akan kita lalui sehari-hari. Menghadapi pertempuran itu, perlu kerja keras dan disiplin serta pengorbanan tiada henti.

Sebagai seorang pejuang, teman-teman akan berjibaku 24 jam x 7 hari dengan bisnis teman-teman. Karena sejatinya, tiada kata libur bagi seorang Enterpreneur. Bahkan dalam tidur, acapkali kita masih memikirkan nasib usaha kita. Maka, teman-teman perlu hidup dan berkecimpung dalam usaha yang teman-teman sukai, semacam passion dan obsesi untuk dapat tahan menghadapinya.

Advertisement
BACA JUGA  RE-PODCAST: #ResensiBukuBagus E04 - Seni Mengatasi Depresi dan Coping With Depression

Selain itu, produk yang kita miliki, adalah sebuah hal yang harus merupakan buah kesempurnaan yang kita berhasil ciptakan. Kalau tidak, produk itu hanya akan menjadi buih di lautan saja. Mereka yang mengejar kesempurnaan akan membutuhkan ketahanan kerja. Maka, passionlah jawaban untuk mewujudkannya. Dengan Passion, sikap tidak mudah puas juga akan muncul dan mendorong kesempurnaan produk. Kita juga akan tahan berlama-lama menjual produk yang kita banggakan. Jika kita tidak bangga dan yakin dengan produk kita, tentu konsumen juga tidak akan merasakan hal yang sama.

 

Berangkat Dari Modal : Pengetahuan, Pengalaman dan Skill

Ternyata, kita bisa memulai usaha dari modal yang sudah kita miliki sebelumnya, salah satunya adalah Pengetahuan, Pengalaman dan Skill. Ketiga modal ini amat baik untuk menjadi inspirasi usaha, seakan keahlian teman-teman, bisa di “uangkan.”

Misalnya teman-teman sudah lama berkecimpung dalam dunia restoran, lalu teman-teman sudah ahli dalam membuat masakan. Maka bisa saja teman-teman menjadikan keahlian tersebut untuk memulai sebuah usaha.

 

Berangkat Dari Modal : Jaringan

Ada pula jaringan sebagai inspirasi usaha. Kita bisa saja bekerja sama jika kita punya kawan, keluarga atau-pun kenalan yang memiliki usaha di bidang tertentu. Tentu kerjasama yang kita tawarkan akan disambut oleh mereka yang ingin mengembangkan usahanya.

BACA JUGA  Buku Psikologi Pria dan Wanita dari Allan & Barbara Pease | Resensi Buku Bagus

Kualifikasi Kelayakan Gagasan Usaha

  1. Produk Memiliki Daya Jual

Tetapi, teman-teman harus memastikan bahwa inspirasi usaha teman-teman bisa menghasilkan produk yang memiliki daya jual. Minimal, teman-teman membuat sebuah produk secara kecil-kecilan dan menawarkannya ke orang sekitar. Usahakan memberikannya ke berbagai kalangan, sehingga teman-teman bisa melakukan perkiraan kalangan yang akan memberi respon terpositif. Kalangan yang memberi respon positif itulah yang nantinya akan menjadi segmen pasar yang kita bidik.

  1. Produk Mampu Kita Produksi Skala Industri

Memiliki produk yang bagus dan memiliki daya jual adalah yang baik. Tetapi, ketika kita ingin membangun perusahaan jangka panjang, kita perlu sebuah produk yang bisa kita bangun skala Industri. Skala Industri ini maksutnya adalah pekerjaan yang mampu menghasilkan produk banyak bagi banyak orang sekaligus. Banyak Enterpreneur yang terjebak kepada pembuatan produk / tidak mengembangkan ke skala Industri, sehingga perusahaannya hanya menjadi perusahaan kecil.

Misalnya :

Pekerjaan pelukis tidak bisa di lakukan dalam skala industri, tetapi pembukaan galeri seni dapat menjadi sebuah skala industri (Industri Seni).

  1. Operasi Produksi Mampu Berkelanjutan

Teman-teman juga perlu memikirkan mengenai proses produksi. Jangan sampai proses operasi kita hanya bisa berjalan sebentar karena kemungkinan besar akan terkendala di supplayer (bahan) dan alat.

BACA JUGA  Frustasi Eksistensi Anak Muda | Generasi Zet

Misalnya :

Teman-teman ingin membuka usaha penjualan batu akik karena memiliki “tambang” batu akik. Ingatlah bahwa tambang ini pasti akan habis sewaktu-waktu, sehingga kita hitung cost kerugian dan keuntungan ketika pengembangan tambang ini di laksanakan. Lebih baik energinya disalurkan untuk pengembangan sistem penjualan / distribusi batu akik saja.

Jangan buang waktu dengan mengembangankan usaha yang akan mati di kemudian hari, karena waktu hidup kita amat singkat dan amat disayangkan kalau terlalu banyak di isi oleh kegagalan terus menerus.

  1. Realistis Dilaksanakan Secara Sumber Daya

Amat penting memperhitungkan sumber daya yang kita miliki saat ini. Kalau bisa, bangunlah perencanaan usaha yang terintegrasi dan bertahap dari usaha yang memakan sumber daya kecil hingga besar. (Sumber Daya = Modal)

Misalnya

Teman-teman merencanakan pengembangan usaha penjualan makanan beku via online, lalu setelah sukses masuk ke tahap penjualan via offline (membuka gerai makanan beku), lalu setelah sukses mulai menembangkan francaise gerai dan mengatur distribusi makanan beku ke semua gerai. Intinya semuanya harus bertahap sesuai kemampuan sumber daya.

Advertisement