Sumatera Utara : PLTP Sorik Marapi Di Berhenkan Sementara Menyusul Gas Bocor

0
16
Ilustrasi Gas Bocor (Sumber : www.shutterstock.com)

Pemerintah telah mengeluarkan surat penghentian sementara seluruh kegiatan atau aktivitas PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di lapangan. Hal ini menyusul terjadinya kebocoran gas H2S yang merupakan gas beracun di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi di Mandailing Natal, Sumatera Utara, kemarin, Senin (25/01/2021).

Hal tersebut disampaikan Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ida Nuryatin Finahari, dalam keterangan resmi Selasa (26/01/2021).

Ida mengatakan, seluruh aktivitas PT SMGP di lapangan dihentikan sementara, termasuk penghentian operasi PLTP Unit I berkapasitas 45 MW, kegiatan pengeboran dengan dua unit rig, dan seluruh aktivitas pengembangan PLTP Unit II.

“Kejadian tersebut saat ini dalam proses investigasi oleh Inspektur Panas Bumi yang dijadwalkan berangkat menuju lokasi hari ini, Selasa, 26 Januari 2021,” tutur Ida, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian, Selasa (26/01/2021).

Ida mengatakan, paparan yang diduga gas H2S tersebut terjadi saat berlangsung kegiatan buka sumur (well discharge) sumur SM T02 pada proyek PLTP Sorik Marapi Unit II.

BACA JUGA  Kepekaan Spiritual Sebagai Syarat Kesuksesan

Sekitar pukul 12.00 WIB, dilakukan buka sumur dengan mengalirkan steam ke silencer untuk dibersihkan sebelum dialirkan ke PLTP. Namun sekitar pukul 12.30 WIB dilaporkan ada masyarakat yang pingsan. Pada saat itu, warga sedang berada di sawah yang berjarak sekitar 300-500 m dari lokasi sumur panas bumi. Pada saat kejadian, seluruh alat gas detector yang ditempatkan tidak mendeteksi adanya gas H2S. SMGP memutuskan segera menutup kembali sumur.

Kegiatan buka sumur merupakan salah satu tahapan dalam pengoperasian PLTP dan dilaksanakan dengan prosedur yang ketat. Sebelum memulai buka sumur, PT SMGP melakukan seluruh rangkaian prosedur keamanan, antara lain sosialisasi kepada semua pekerja dan masyarakat, evakuasi seluruh pekerja dari wellpad, penetapan batas perimeter aman, melengkapi tim well test dengan SCBA dan gas detector, dan final sweeping sebelum kegiatan buka sumur dimulai.

Berdasarkan keterangan Kementerian ESDM, penanganan saat ini difokuskan untuk memberikan pertolongan kepada warga masyarakat terdampak. Status sementara terdapat 15 orang dirawat di RSUD Panyabungan dan lima orang meninggal dunia. SMGP telah melaporkan kejadian ini kepada instansi pemerintah terkait, pemerintah daerah, dan kepolisian.