Menciptakan Tidur yang Optimal

0
89
Sumber Gambar : www.pexels.com

Halo Sobat Milenial dan Gen Z, kali ini Reaksi.Id akan membahas mengenai Pola Tidur. Tidur memakan waktu sekitar 25% dari hidup kita (6 jam dari 24 jam setiap hari). Namun, kita selalu mendapati permasalahan tidur dengan tanda-tanda lelah ketika bangun tidur, tidak termotivasi, mengantuk ketika bekerja dls. Lalu agar kita dapat produktif menjalani hari, bagaimana kita meningkatkan kualitas tidur kita? Mari simak pembahasan Reaksi.id mengenai Tidur yang Optimal.

Apa itu Pola Tidur ?

Menurut (Hidayat, 2008), Pola tidur yang baik meliputi durasi tidur yang sesuai dengan kebutuhan menurut umur, tidur nyenyak tidak terbangun karena suatu hal di sela-sela waktu tidur. Sedangkan pola tidur yang buruk meliputi durasi tidur yang kurang dari kebutuhan menurut umur, tidur terlalu larut malam dan bangun terlalu cepat, tidur tidak nyenyak sering terbangun karena suatu hal.

Apa Dampak Pola Tidur Buruk ?

Menurut Potter dan Perry (2006), Pola tidur yang buruk dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan fisiologis dan psikologis dalam diri seseorang. Kita akan merasa lelah secara fisik. Secara mental, kita akan emosional, pikun dan kehilangan kreatifitas. Dalam beberapa kasus, pola tidur yang buruk dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan obsesitas. Diperkirakan setiap tahun terdapat 20% – 40% orang dewasa mengalami gangguan tidur dan 17% diantaranya mengalami masalah serius.

BACA JUGA  Pengendalian Diri, Salah Satu Kunci Kesuksesan

Apa Sebab Pola Tidur Buruk ?

Dalam era internet, penggunaan Internet berlebih menjadi sebab yang dominan buruknya pola tidur di masyarakat. Selain itu, bisa diakibatkan pola kerja / shift kerja (karena diposisikan malam hari dls). Pola tidur buruk lainnya diakibatkan oleh stres / teknanan mental akibat dari pola interaksi keluarga, tempat kerja atau lingkungan tempat tinggal. Atau pula bisa diakibatkan oleh kondisi kesehatan yang memburuk sehingga menyulitkan diri untuk tidur (dalam keadaan sakit).

Bagaimana Pola Tidur Yang Baik ?

Umumnya orang dewasa (18 tahun – 65 tahun) membutuhkan waktu tidur 7 – 9 jam per hari. Untuk waktu yang tepat untuk tidur adalah malam hari dan dengan kondisi ruangan yang gelap. Hal tersebut berhubungan dengan hormon melatonin yang memiliki fungsi untuk menurunkan suhu tubuh, tekanan darah dan kadar glukosa. Suasana ruangan yang terang akan membuat hormone melatonin “berfikir” bahwa ini masih siang hari, dan enggan bekerja, akibatnya kita akan kesulitan tidur.

Namun, tantangan terberatnya adalah mendisiplinkan diri untuk tidur dengan durasi waktu yang tepat. Karena kehadiran Internet, tuntutan keluarga / hobby, keinginan sosialiasi (berkumpul di malam hari) akan mempengaruhi hal ini. Memang yang paling berat adalah memilih antara menghadapi keinginan jangka pendek atau impian jangka panjang.

BACA JUGA  #ResensiBukuBagus – Seni Mencintai oleh Erich Fromm

Jika durasi dan waktu tidur sudah pas, lalu mengapa saya merasa tidur saya belum cukup ?

Menurut Hidayat (2008), faktor yang dapat memengaruhi kualitas maupun kuantitas tidur seseorang, diantaranya penyakit yang menyebabkan nyeri atau distress fisik, lingkungan, kelelahan, gaya hidup, stress, emosional, diet, alkohol, merokok, dan motivasi.

Demikian penjelasan singkat mengenai usaha menciptakan pola tidur yang optimal. Mohon maaf apabila artikel cukup singkat, karena memang kebutuhan untuk memperingkas informasi (walau penjelasan bisa cukup Panjang). Semoga Sobat Milenial dan Gen Z bisa lebih optimal dalam menjalani hari lewat tidur yang Optimal. Sampai berjumpa di artikel berikutnya ….

 

Daftar Pustaka

Angels, Mey Relda dkk (2013), Gambaran Durasi Tidur Pada remaha Dengan Kelebihan Berat Badan, Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 1, Nomor 2, Juli 2013, hlm. 849-853

Amran, Yuli dkk (2012), Hubungan Pergantian Waktu Kerja dengan Pola Tidur Pekerja, Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6, No. 4, Februari 2012

Diarti, Emi dkk (2017), Hubungan Antara Penggunaan Internet dengan Gangguan Pola Tidur Pada Mahasiswa PSIK Unitri Malang, Nursing News Volume 2, Nomor 3, 2017

BACA JUGA  Ancaman Candu Perilaku Buruk ditengah PSBB

Hidayat, A., Musrifatul. 2008. Keterampilan Dasar Praktek Klinik untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.

Japardi I. Gangguan tidur. Sumatera Utara: Fakultas Kedokteran Bagian Bedah Universitas Sumatera Utara, USU Digital Library; 2002.

Potter dan Perry. 2006. Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC.

Roshifanni, Shofa (2017), Risiko Hipertensi pada Orang dengan Pola Tidur Buruk (Studi di Puskesmas Tanah Kalikedinding Surabaya), Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Thayeb, Ricky R. T. A. (2015), Gambaran Kualitas Tidur Pada Perawat Dinas Malam RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Jurnal e-Clinic (eCl), Volume 3, Nomor 3, September-Desember 2015