Renungan Jumat : Memaksimalkan Potensi Amal Soleh

0
114
Sumber Gambar : www.pexels.com

Hari jum’at merupakan hari besar bagi umat muslim dimana tiap-tiap insan dipanggil untuk mendengarkan nasehat kebaikan dan ditutup dengan shalat berjamaah. Banyak hikmah yang bisa didapatkan dari kegiatan ini. Baik lewat materi khutbah yang disampaikan, maupun hikmah dari hal-hal kecil yang terjadi. Berikut penulis ingin membagi hikmah yang didapatkan penulis.

Adzan bekumandang, maka penulis sesegera mungkin bertolak ke Masjid. Setelah berwudhu, duduklah penulis di tempat yang masih kosong. Setelah beberapa lama penulis mendapati kehadian dua orang anak kecil disamping penulis. Canda tawa mereka menarik perhatian penulis. Ternyata mereka hendak saling memamerkan uang jajan yang mereka peroleh ketika mereka mau berangkat ke masjid menunaikan sholat jum’at.

Anak yang pertama mengeluarkan selembar uang dua ribu dari kantongnya, dan disusul tawa kecil mereka berdua. Tak mau kalah, anak yang kedua mengeluarkan dua lembar uang dua ribu rupiah dan dua buah koin lima ratus rupiah. Anak yang pertama, yang hanya memiliki selembar uang dua ribu rupiah tidak berkecil hati dan tetap tertawa bersama.

BACA JUGA  Sebuah Renungan Ditengah Wabah Pandemi Corona

Lantas, datanglah kotak amal mendekati mereka berdua. Anak yang pertama, memasukan uang dua ribu yang ia miliki satu-satunya. Sementara, ketika kotak amal sampai di anak yang kedua, ia hanya memasukan dua koin receh lima ratus rupiah delam kotak amal dan memasukan dua lembar uang dua ribu rupiah kembali ke kantongnya. Penulis tertegun melihat hal tersebut, betapa agungnya nikmat Allah SWT yang memberikan hikmah dari dua anak kecil tersebut.

Kedua anak kecil tersebut menyerupai wujud orang-orang dewasa. Ada yang memiliki banyak potensi diri seperti : kekayaan, kepintaran, keterampilan, kesempatan, waktu dls. Namun sebaliknya, ada yang hidup dalam keterbatasan.

Banyak dari mereka yang memiliki banyak kenikmatan, berbangga atas nikmat yang mereka dapatkan. Namun, hanya memberikan kontribusi amal sepersekian dari yang mereka miliki. Sementara di sisi lainnya, terdapat orang-orang yang memiliki berbagai keterbatasan. Namun, berusaha semaksimal mungkin memberikan kontribusi amal soleh.

Ada mereka yang diberikan banyak waktu luang dan malah menenggelamkan diri dalam kesia-siaan seperti bermain game, berkumpul tanpa ada tujuan bahkan sampai ada yang berjudi, meminum minuman keras, pergaulan bebas dan mengonsumsi narkoba. Sebagian ada yang diberikan karunia waktu yang sempit diakibatkan pekerjaan, tuntutan keluarga, kondisi diri dls. Namun, tetap berusaha beramal soleh disela-sela waktu. Teringat oleh penulis ketika berdesakan dalam kereta, sempat ada penumpang yang bertadarus al-Qur’an. Betapa beruntungnya mereka yang berusaha memaksimalkan amal ditengah kesibukan mereka.

BACA JUGA  Cita-cita Indonesia Merdeka Dengan Kedewasaan Rakyat Semesta

Ah, sebuah jum’at yang begitu berkah. Penulis di ingatkan oleh Allah SWT untuk berusaha semaksimal mungkin membaktikan diri baik lewat pekerjaan, beramal dari hasil yang didapatkan dan melakukan serangkaian kebaikan yang dapat dilakukan, salah satunya adalah menulis kisah ini. Penulis harapkan, para pembaca termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi amal saleh. Beramal saleh akan terasa begitu berat, kecuali bagi mereka yang yakin bahwa hari penghakiman (akhirat) akan datang.