Pemerintah Optimis Ekonomi Pulih 2021

0
43
Sumber ekon.go.id

Bencana wabah menjadi mimpi buruk bagi Indonesia. Sepanjang 2020 tercatat ekonomi jauh dari harapan pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Sri Mulyani meramal akan menjadi minus 2,4%. Krisis kali ini lebih memukul perekonomian Indonesia di bandingkan krisis 98. Krisis kali ini sifatnya menyeluruh baik Nasional dan Internasional, bahkan ikut merenggut banyak sumber daya manusia terampil di Indonesia.

Di lansir dari INews Sri Mulayani menjelaskan, “Untuk proyeksi perekonomian 2020 -2,4%. Ini adalah tugas yang berat bagi kami semua untuk melakukan pemulihan di kuartal- ke IV-2020 terutama karena kita melihat peningkatan penularan Covid-19 di awal Desember,” dalam video virtual, Selasa (8/12/2020).

Namun, Sri Mulyani Optimis akan pertumbuhan Ekonomi di tahun 2021. “Untuk 2021 pemerintah lebih optimis, tapi tetap berhati-hati karena tentunya perekonomian diharapkan tumbuh sekitar 5 persen, tapi ini tergantung dari Covid-19, vaksin dan kemampuan kita untuk terus memperkuat pemulihan perekonomian,” tuturnya.

Vaksin Gratis Sebagai Booster Ekonomi

Rasa Optimis yang di miliki Sri Mulyani bukan tanpa alasan. Hal ini karena kehadiran vaksin gratis yang akan menormalkan kegiatan masyarakat. Dari halaman Web Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Presiden Jokowi menyampaikan, “Pemerintah akan segera memberikan vaksin gratis ke seluruh masyarakat di awal 2021. Program vaksinasi ini diharapkan akan memberikan kepercayaan publik terhadap penanganan Covid-19 dan menimbulkan rasa aman di masyarakat. Dengan demikian, pemulihan ekonomi nasional di harapkan dapat berjalan dengan lebih cepat,”.

BACA JUGA  Mewaspadai Tiga Indikator Statistik Ekonomi

Selain itu terdapat kebijakan reformasi struktural yang di implementasi oleh Kementrian Koodinator Bidang Perkonomian. “Pemerintah menggunakan momentum ini untuk meraih peluang dalam mendorong pemulihan ekonomi, dengan melakukan reformasi struktural melalui kemudahan berusaha, pemberian insentif usaha, dan dukungan UMKM, untuk memberikan kepastian usaha dan menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih baik, sehingga penciptaan lapangan kerja dapat terealisasi. Salah satu pendorong utama (key-driver) yang di andalkan adalah melalui UU Cipta Kerja,” ungkap Menko Airlangga.

Berdasarkan data PDB pada Triwulan III tahun 2020 yang telah menunjukkan tren perbaikan. Membuat pemerintah optimistis akan terus berlanjut di Triwulan IV 2020 dan sepanjang tahun 2021.  “Indonesia telah melewati posisi rock bottom, posisi terendah ekonomi pada Triwulan II.  Kita optimistis tren perbaikan dan pemulihan ekonomi akan terus berlanjut pada tahun mendatang,” ujar Menko Airlangga.

“Di sisi supply, di tengah kontraksi ekonomi yang terjadi, masih terdapat sektor yang mampu bertahan dan tumbuh positif di sepanjang tahun 2020, seperti sektor Pertanian, Informasi dan Komunikasi, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, serta Jasa Pendidikan,” lanjut Menko Airlangga.