Tenang, Vaksin Masih Efektif Melawan Mutasi Covid-19

0
18
Dr Dirga Sakti Rambe, vaksinolog/dokter penyakit dalam memberikan penjelasan dalam dialog produktif bertema "Ungkap Fakta Vaksin, Jangan Tertipu Hoaks" di Jakarta, 29 Desember 2020. DOK. KPCPEN

Kehadiran 1.2 juta vaksin menjadi harapan baru penuntasan wabah Covid-19. Namun, publik di khawatirkan ke ampuhan Vaksin tersebut ketika berhadapan dengan Virus yang telah termutasi. Menanggapi hal ini Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengadakan Dialog Produktif bertema “Ungkap Fakta Vaksin, Jangan Tertipu Hoaks”, Selasa (29/12).

dr. Dirga Sakti Rambe, Vaksinolog sekaligus Spesialis Penyakit Dalam menjelaskan hal ini. dr. Dirga menjelaskan, “Alhamdulillah, sampai saat ini mutasi-mutasi yang ada itu tidak berdampak pada efektivitas vaksin”. Lalu ia melanjutkan, “Tapi kita tidak tahu, satu tahun lagi bagaimana dampak dari mutasi ini”. Terangnya dalam acara Dialog Produktif bertema “Ungkap Fakta Vaksin, Jangan Tertipu Hoaks” yang di selenggarakan KPCPEN, Selasa (29/12).

Masyarakat di himbau untuk tidak takut dengan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), karena sifatnya ringan. “Jadi vaksin COVID-19 ini akan melindungi kita dari terdampak COVID-19 yang bergejala, termasuk COVID-19 yang berat, sampai menghindari kematian akibat COVID-19,” paparnya. Namun, masyarakat harus jujur menjelaskan kondisi kesehatannya sebelum imunisasi di lakukan.

BACA JUGA  Nasional : Kapasitas Wisma Atlet Kemayoran Tersisa 17%

Varian Mutasi Covid-19 Lebih Cepat Menyebar

Belakangan ini publik di khawatirkan dengan varian baru virus Covid-19 yang bermutasi. Mutasi Virus ini baru ini menyebar di Inggris, Afrika Selatan dan menjalar memasuki Asia Tenggara yaitu negara Singapura.

Varian ini di kenal dengan nama VUI 202012/01 yang terdiri dari sekumpulan mutasi antara lain 9 mutasi dari protein S.  Virus ini baru juga di temukan secara signifikan dalam kasus Covid-19 di Afrika Selatan yaitu kombinasi tiga mutasi dari protein S.  Di duga mutasi ini meningkatkan transmisi antar manusia sampai 70 persen.

“Demikian juga, mutasi ini belum terbukti mempengaruhi efektivitas vaksin corona yang ada,” kata pakar virus Universitas Gadjah Mada, Gunadi, Sabtu (26/12) di lansir dari MSN.