Sulawesi Barat : BPNP Melaporkan Korban Meninggal Bertambah Menjadi 73 Orang

0
4
SULAWESI BARAT, INDONESIA - 15 JANUARI: Tim melakukan operasi pencarian dan penyelamatan setelah gempa berkekuatan 6,2 skala richter melanda Sulawesi Barat Indonesia pada 15 Januari 2021. Gempa berkekuatan 6,2 SR menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 24 orang. (Foto oleh Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional Indonesia/Handout/Anadolu Agency via Getty Images)

Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penambahan korban jiwa akibat gempa di Sulawesi Barat. Berdasarkan data per Ahad, 17 Januari 2021, pukul 14.00 WIB, korban meninggal di Majene dan Mamuju bertambah menjadi 73 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menjelaskan, “Dengan rincian 64 orang meninggal di Kabupaten Mamuju dan sembilan orang di Kabupaten Majane”. Terdapat 554 korban luka di Kabupaten Majene. Antara lain 64 orang luka berat, 215 orang luka sedang, dan 275 orang luka ringan.

Terdapat 27.850 orang mengungsi di 25 tempat pengungsian. Mereka tersebar di : Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang dan Desa Limbua.

Kemensos Kirim 10 Tenda Untuk Pasien Covid-19

Kementerian Sosial juga mengirimkan tenda pengungsi Covid-19 di lokasi gempa Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. “Kami siapkan 10 tenda untuk sementara dan bisa nambah tergantung jumlah pengungsi,” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, M Safii Nasution, dalam keterangannya, Ahad, 17 Januari 2021.

BACA JUGA  DKI Jakarta : Meninjau Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Hal tersebut dilakukan guna mencegah penularan dan mengantisipasi potensi risiko penyebaran Covid-19 di tempat pengungsian. “Kelompok rentannya harus kita lindungi karena ada Covid-19,” ujar Doni.

Doni juga mengirimkan dukungan berupa alat test cepat antigen untuk memeriksa dan menelusuri adanya penularan Covid-19 di lingkungan pengungsian. “Nanti akan ada proses swab antigen untuk kita menjamin para pengungsi tidak terpapar Covid-19,” kata Doni.