Nasional : Wamendag Mengajak Semua Pihak Waspada Kampanye Anti Sawit di Swiss

0
10
Wamendag Jerry menyampaikan bahwa diskriminasi yang dilakukan Uni Eropa terhadap sawit Indonesia melanggar prinsip perdagangan internasional yang mengedepankan keadilan, kesetaraan, dan keterbukaan perdagangan bebas. Permasalahan yang diajukan Eropa soal produk CPO ini dinilai sebagai bentuk persaingan produk CPO dengan minyak nabati Eropa. (sumber Gambar : Biro Humas Kemendag)

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengajak semua pihak mewaspadai kampanye anti kelapa sawit di Swiss. Pasalnya, hal tersebut bisa menjadi preseden bagi kampanye serupa di negara lain, khususnya di Uni Eropa.

Pernyataan ini di berikan Wamendag merespons gerakan Uniterre, sebuah LSM di Swiss yang mulai melakukan kampanye resmi untuk referendum anti kelapa sawit.

Isu anti kelapa sawit mulai mengemuka beberapa tahun ini di Uni Eropa, dipelopori oleh gerakan berbagai lembaga swadaya masyarakat. Mereka mengangkat isu-isu lingkungan, sosial dan kesehatan untuk meyakinkan pengambil kebijakan agar melarang kelapa sawit asal Indonesia.

Akibatnya, terjadi diskriminasi kelapa sawit Indonesia di pasar Uni Eropa. Salah satunya menyangkut produk turunannya yaitu biodiesel. Pemerintah Indonesia sedang menggugat diskriminasi tersebut di World Trade Organization. Saat ini gugatan sudah masuk dalam tahap pembentukan panel.

“Ini refleksi ketakutan mereka terhadap tingginya daya saing kelapa sawit Indonesia. Jika bersaing secara sehat, kelapa sawit Indonesia jauh lebih murah dan lebih kompetitif daripada minyak nabati mereka yang berbahan rapeseed dan sejenisnya,” ujar Jerry dalam keterangan tertulis, Selasa (19/1).

BACA JUGA  Nasional : Terinspirasi Kroasia, Sandiaga Uno Ingin Kembangkan Desa Wisata

“Kita sudah membuktikannya di sidang WTO. Mereka kesulitan bahkan tidak bisa menjawab ketika kita tanyakan aspek-aspek yang menjadi alasan mereka melarang produk kelapa sawit Indonesia. Ini membuktikan bahwa alasan sebenarnya dari hal ini adalah karena ketakutan untuk bersaing secara terbuka dengan sawit.” Tambah Wamendag.

Jerry menekankan bahwa industri kelapa sawit Indonesia terus berproses menuju kondisi yang lebih baik dalam aspek lingkungan, sosiologis dan kesehatan. Indonesia misalnya berkomitmen untuk menjaga lebih dari 50% hutannya agar tetap lestari.

Angka ini jauh lebih besar daripada komitmen negara-negara Uni Eropa yang saat ini hanya memiliki hutan sebesar belasan persen dari wilayahnya. Sebagian negara bahkan tutupan hutannya tidak sampai 10%.