Nasional : Terinspirasi Kroasia, Sandiaga Uno Ingin Kembangkan Desa Wisata

0
37
JAKARTA, INDONESIA - 23 DESEMBER: Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno (kiri) usai memimpin acara pelantikan 6 menteri dan wakil menteri baru di Istana Merdeka, Jakarta, Indonesia pada bulan Desember. 23, 2020. (Foto oleh Sekretaris Presiden Indonesia / Anadolu Agency via Getty Images)
Advertisement

Terinspirasi dari Kroasia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno ingin mengembangkan potensi desa wisata di Indonesia dengan berpatokan pada global. Sandiaga menjadikan Kroasia sebagai patokan desa pariwisata yang akan di kembangkan di Indonesia.

“Kami akan menggunakan benchmark global untuk pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal namun juga memenuhi standar internasional. Salah satu itu yang di Kroasia yang mengandalkan rural tourism,” jelas Sandiaga dalam Raker Kemenparekraf bersama Komisi X DPR RI pada Selasa (26/1).

Saat ini terdapat 244 desa wisata di Indonesia dengan klasifikasi 54 desa wisata rintisan atau 22,3%. Kemudian 142 desa wisata berkembang atau 58% dan 48 desa wisata maju atau 20%.

Potensi Pemberdayaan Anak Muda

Dalam program pendampingan Sandiaga menyebut, pihaknya akan menerapkan program pengembangan SDM, bimbingan teknologi (Bimtek) pengelolaan desa wisata, pengembangan produk atau travel pattern, dan promosi digital. Hal ini menjadi kesempatan bagi anak-anak muda untuk mengembangkan ekonomi di pedesaan.

BACA JUGA  Rangkuman Berita Nasional 6 Januari 2021

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan, Komisi X menekankan Kemenparekraf untuk menggali dan mengembangkan destinasi potensial di daerah wisata sejarah, wisata religi, wisata pendidikan dan mengembangkan konsep pariwisata berkelanjutan.

Advertisement

“Mendukung program pendampingan 244 desa wisata menjadi desa wisata mandiri dan melakukan kajian untuk menambah jumlah desa wisata yang di lakukan pendampingan,” kata Agustina.

Selain itu Agustina menambahkan, Komisi X juga mendorong kemampuan Kemenparekraf untuk meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan kolaborasi dengan komunitas serta perguruan tinggi.

Advertisement