Nasional : Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 Ditengah Keterbatasan Kapasitas Rumah Sakit

0
6
Reaksi.id berterimakasih atas kerja keras tenaga medis Indonesia dalam menjalankan amanah. Semoga kalian semua senangtiasa dilindungi Allah SWT. (Sumber Gambar : www.pexels.com)

Melansir laman Covid19.go.id, hingga Selasa (12/1) ada tambahan 10.047 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia, sehingga total menjadi 846.765 kasus positif corona.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 302 orang, merupakan angka rekor tertinggi. Dengan demikian total kasus meninggal sebanyak 24.645 orang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan terjadi kenaikan kasus aktif Covid-19 sebesar 30-40 persen setiap kali usai libur panjang. Dia pun memperkirakan lonjakan kasus Covid-19 imbas libur panjang akhir tahun akan terjadi pada pekan keempat bulan Januari.

“Saya rasa peak-nya akan kena minggu keempat Januari, bisa geser ke minggu ketiga, bisa geser ke minggu pertama Februari,” kata Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 12 Januari 2021.

Terbatasnya Tempat Tidur Rumah Sakit

Dengan jumlah kasus aktif sebanyak 120 ribu kasus sekarang, Budi pun memprediksi ada kebutuhan tempat tidur rumah sakit menjadi 36 ribu. “Itu menyebabkan kenapa banyak tempat tidur Covid-19 penuh dan orang tak dapat,” kata Budi.

BACA JUGA  Lonjakan Covid-19 : Sejumlah RW Masuk Zona Merah

Budi mengaku telah menandatangani surat yang meminta rumah sakit-rumah sakit di bawah Kemenkes untuk secara temporer menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 dari 20 persen menjadi 30-40 persen. Dia mengklaim akan ada penambahan sekitar 1.400 tempat tidur baru dari kebijakan ini.

“Saya sudah bicara dengan asosiasi rumah sakit swasta dan rumah sakit daerah agar melakukan hal sama. Agar bisa menampung pasien yang masuk,” ujar Budi.

Menurut Budi, ia pun telah meminta pemerintah daerah agar menyiapkan tempat isolasi tersentralisasi. Seperti Wisma Atlet di Jakarta atau Wisma Haji di Surabaya. “Bagi yang mampu bisa di tempat isolasi mandiri, mungkin punya kamar khusus. Bagi yang tidak mampu atau terlalu padat rumahnya perlu dibuatkan isolasi tersentralisasi,” kata dia.

Budi juga membeberkan strategi mengatasi semakin terbatasnya tenaga kesehatan karena kelelahan, terpapar Covid-19, bahkan meninggal. Budi mengatakan akan membuat kebijakan baru dimana perawat yang baru lulus studi dapat langsung bekerja tanpa menunggu sertifikat tanda registrasi (STR).