Nasional : Kapasitas Wisma Atlet Kemayoran Tersisa 17%

0
27
Petugas medis memeriksa data pasien positif Covid-19 yang baru tiba menggunakan ambulans di Rumah Sakit Darurat COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Indonesia, pada 10 September 2020. - PHOTOGRAPH BY Jefta Images / Barcroft Studios / Future Publishing (Photo credit should read Jefta Images/Barcroft Media via Getty Images)
Advertisement

Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, terus bertambah dalam dua pekan terakhir. Penambahan ini menyebabkan kapasitas tempat tidur di RS tersebut tersisa 17 persen.

Catatan Kompas.com, pada 4 Januari lalu, hanya ada 3.889 pasien yang menghuni RSD Wisma Atlet. Jumlah itu terdiri dari 2.932 pasien bergejala, serta 957 orang pasien tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri. Namun, sejak itu, jumlah pasien Covid-19 terus bertambah setiap harinya. Hal ini membuat manajemen RSD Wisma Atlet memutuskan untuk tidak lagi menampung pasien tanpa gejala. Kini RSD Wisma Atlet fokus untuk merawat pasien bergejala. Berdasarkan data per Senin (18/1/2021) pukul 08.00 WIB, ada 4.959 pasien Covid-19 yang tengah menjalani perawatan di RS Wisma Atlet.

Seluruh pasien tersebut mengalami gejala ringan, sedang hingga berat. Mereka dirawat di empat tower, yakni tower 4, 5, 6 dan 7. Saat Faskes di Jakarta Hampir Penuh Adapun kapasitas tempat tidur di keempat tower itu adalah 5.994. Sehingga saat ini keterisian tempat tidur di RS Wisma Atlet mencapai 82,7 persen. Ada 1.035 tempat tidur yang masih tersisa atau 17,3 persen.

BACA JUGA  DKI Jakarta : Meninjau Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Penambahan Peralatan dan Tenaga Medis

Koordinator RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono juga membenarkan adanya lonjakan selama dua pekan terakhir. Menurut dia, lonjakan ini imbas libur natal dan tahun baru. “Memang betul jadi ini dua minggu terjadi satu peningkatan kasus. Waktu itu hunian kira-kira 60 persen. Saat ini kan jadi 80 persen. Jadi kira-kira 20 persen melonjaknya itu,” ujar Tugas dalam talkshow BNPB, Senin siang.

Tugas mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi lonjakan ini. Salah satunya dengan menyiapkan sejumlah peralatan untuk pasien bergejala berat, seperti Intensive Care Unit (ICU) transisi hingga 20 bed, serta intermediate care unit (IMCU) sebanyak 94 bed. Kemudian, ia menekankan bahwa penambahan tenaga medis juga dilakukan seiring adanya lonjakan kasus.

“Otomatis akan bertambah, kita rencanakan sampai 400 perawat ya. Kita saat ini hampir beberapa hari sekali kita tambahkan perawat, hari ini kalau tidak salah datang 80 perawat, dokternya juga kita tambahkan dan juga tenaga non-medis kita tambahkan,” papar dia.

Advertisement
Advertisement