KSPI Meramal Lonjakan PHK Pada 2021

0
6
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal
Advertisement

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meramalkan kasus PHK akan melonjak pada 2021. Hal tersebut menambah kekhawatiran buruh akan kondisi ekonomi Indonesia.

Di lansir dari Kompas, “Karena resesi ekonomi masih menghantui outlook 2021, maka isu kedua yang besar adalah ledakan PHK. Memang fase ledakan PHK yang pertama yang di rumahkan maupun yang di-PHK mendekati 3-4 juta, diantaranya 387.000 di-PHK itu pariwisata dan UMKM turunannya,” ujar Iqbal melalui konfrensi pers virtual, Senin (28/12/2020).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (Sumber Gambar : http://kspi.or.id/)

“Fase kedua di 2021, di mulai dari akhir 2020, kemudian masuk ke 2021, ledakan PHK itu akan lebih meningkat karena pariwisata belum bergerak dan PSBB juga makin di tingkatkan kan. Apalagi ada varian baru covid dari Inggris yang sudah masuk ke Singapura, Malaysia, tidak menutup kemungkinan masuk ke Indonesia itu pariwisata tetap terpukul,” lanjut dia.

Kondisi Ekonomi Internasional

Bahkan KSPI mengkhawatirkan bahwa investasi luar negeri tidak akan banyak berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia. “Jangan-jangan investasi yang di janjikan oleh investor luar negeri terutama, dari industri mobil listrik atau mungkin digital ekonomi, seperti dari Tesla, Amazon dari Amerika atau pun telah bertemu investasi dari Jepang, kami tidak terlalu optimis. Karena itu baru komitmen,” ungkap Iqbal.

BACA JUGA  Lonjakan Covid-19 : Sejumlah RW Masuk Zona Merah

Dunia Kesehatan Internasional sedang berpacu menyebarkan Vaksin dengan Penyebaran Mutasi Covid-19 yang menyebar lebih cepat. Kesuksesan dunia kesehatan akan sangat mempengaruhi kondisi ekonomi global.

Dilansir dari halaman Website Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, bahwa Vaksin masih efektif meski Covid-19 bermutasi. Namun, distribusi vaksin menjadi kendala karena jarak dan jumlah populasi yang harus di Vaksin. Tercatat di Amerika Serikat baru menvaksin 1.008.025 penduduknya dari target 20 juta penduduk di akhir Desember 2020. Tantangan distribusi vaksin kemungkinan besar juga akan menjadi hal yang sama seperti di Indonesia.

Advertisement
Advertisement