Uganda : Masyarakat Di Peringatkan Untuk Tidak Mengonsumsi Ikan Mati

0
3
Ilustrasi Kematian Massal Ikan (Sumber Gambar : www.pexels.com)

Kementerian perikanan telah memperingatkan masyarakat untuk tidak memakan ikan yang mati dan harus menguburnya. Para pejabat mengatakan kematian mungkin disebabkan oleh penurunan kadar oksigen.

“Penyelidikan awal telah mengesampingkan keracunan ikan,” kata kementerian perikanan Uganda dalam sebuah pernyataan. “Di duga bahwa badai baru-baru ini menyebabkan pencampuran air yang berbeda sehingga mengurangi kadar oksigen di danau.”

“Penjelasan yang paling mungkin adalah penurunan kadar oksigen yang di sebabkan oleh banjir baru-baru ini dan eceng gondok”, kata pejabat kementerian Joyce Ikwaput Nyeko seperti di kutip oleh media setempat.

Kementerian mengatakan satu-satunya spesies yang terkena dampak adalah Nil Perches, bahan pokok di banyak rumah tangga Uganda. Nil Perches sensitif terhadap kadar oksigen di bawah dua miligram per liter air, BBC Patience Atuhaire dalam laporan Kampala. Nil Perches dapat tumbuh dengan berat lebih dari 100kg (220lb).

“Komunitas nelayan dan masyarakat umum di sepanjang tepi danau adalah… di sarankan untuk mengumpulkan ikan yang mati dan menguburnya untuk mengurangi bau busuk,” kata kementerian.

BACA JUGA  Rangkuman Berita Internasional 2 Januari 2021

Danau Victoria adalah sumber daya vital yang bagi Uganda, Kenya, dan Tanzania. Pada 2017, para ilmuwan memperingatkan bahwa Danau Victoria berada di bawah ancaman. Mereka menyalahkan penangkapan ikan berlebih dan polusi mengurangi populasi ikan.