Rangkuman Berita Internasional 6 Januari 2021

0
64
Advertisement

Singapura : Polisi Mempergunakan Data Pelacakan Covid-19 Untuk Melacak Kriminal

Singapura menggunakan data TraceTogether yang bertujuan melacak penyebaran Covid-19 sebagai alat pelacak kriminal. Beberapa pihak mengkhawatirkan akan permasalahan privasi. Namun usulan ini di dukung oleh Menteri Dalam Negeri Singapura untuk penyeledikan kriminal.

“Kepolisian Singapura diberi wewenang … untuk mendapatkan data apa pun, termasuk data TraceTogether, untuk penyelidikan kriminal,” kata Menteri Dalam Negeri, Desmond Tan, pada hari Senin menanggapi pertanyaan di parlemen.

Ketika oposisi mempertanyakan masalah privasi TraceTogether, Tan berkata: “Kami tidak menghalangi penggunaan data TraceTogether dalam keadaan di mana keselamatan dan keamanan warga negara sedang atau telah terpengaruh, dan ini juga berlaku untuk semua data lainnya.”

Namun, perbedaan pendapat jarang terjadi di Singapura karena diperintah oleh partai yang sama sejak kemerdekaannya pada tahun 1965. Selain itu Singapura memiliki undang-undang yang ketat, pengawasan yang luas, dan pembatasan pertemuan publik. Kejahatan serius juga jarang terjadi. Sehingga beberapa pihak mempertanyakan keputusan ini Perdana Menteri, Lee Hsien Loong, sebelumnya mengatakan kekhawatiran privasi tentang teknologi harus dipertimbangkan terhadap kebutuhan melacak virus.

Artikel ini mengutip sebagian data dari The Guardian

Advertisement

Jerman : Kontroversi Pabrik Raksasa Tesla

Pembangunan pabrik bukan hanya menjadi sebuah angin segar bagi ekonomi tetapi juga ancaman bagi lingkungan. Terutama jika pabrik tersebut di bangun dalam skala raksasa dan memakan wilayah hingga dua ratus hektar. Dua ratus hektare setara dengan dua per tiga bagian dari kompleks olah raga Gelora Bung Karno yang seluar 300 Hektare.

“Grünheide hanyalah sebuah tempat kecil dengan 9.000 jiwa, berbatasan dengan kawasan konservasi. Rencana Musk akan mengubahnya menjadi kota berpenduduk 40.000 – akan menjadi seperti Wolfsburg, ”kata Werner Klink. Klink adalah anggota prakarsa warga Grünheide , sekelompok penduduk setempat yang berkampanye untuk menghentikan proyek tersebut.

Di Jerman ada sebuah ketentuan untuk menerima izin sebelum proyek di mulai. Namun, Elon Musk memulai proyek terlebih dahulu dan baru mendapatkan izin. Hal ini memunculkan pertentangan dari berbagai pihak.

“Bahkan jika mereka mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan di izinkan untuk melanjutkan, dia telah menyebabkan begitu banyak kerusakan sehingga tidak mungkin dia dapat mengembalikan situs itu ke keadaan semula,” Klink berpendapat. “Kerusakan yang sangat besar dan tidak dapat dipulihkan telah terjadi pada alam, berpotensi pada air tanah, hutan, flora, fauna.”

BACA JUGA  Eropa : Anomali Iklim Akibat Badai Filomena Terjadi di Spanyol dan Yunani

Seratus hektar pohon pinus (setara dengan sekitar 26 lapangan sepak bola) telah ditebang, dan 86 hektar lagi kemungkinan akan menyusul, setelah keputusan pengadilan bulan lalu.

Artikel ini mengutip sebagian data dari The Guardian

Korea Selatan : Minuman Keras dan Pemerkosaan Anak Di Bawah Umur

Pada pagi dua belas tahun yang lalu, tepat pada tanggal 11 Desember, seorang gadis berusia delapan tahun sedang berjalan ke sekolah di Ansan, barat daya Seoul. Dia di culik oleh Cho Doo-soon, seorang mantan narapidana berusia 56 tahun. Cho membawanya ke toilet di gereja terdekat, di mana dia secara brutal memukul dan memperkosanya.

Na-young – bukan nama sebenarnya – selamat. Tapi dia masih menderita luka fisik dan trauma mental akibat serangan itu. Na-young harus pindah karena pemerkosanya di izinkan kembali ke Ansan, tempat dia melakukan kejahatan. Sementara tempat tinggal baru Cho (Tersangka) kurang dari 1 km (0,6 mil) dari rumah Na-young (Korban).

Cho awalnya di jatuhi hukuman 15 tahun penjara kemudian pengadilan mengurangi hukumannya menjadi 12 tahun. Hal tersebut karena Cho mengklaim dia mabuk saat memperkosa gadis itu. Aturan di Korea Selatan memiliki masalah karena malah melonggarkan kriminalitas di bawah minuman keras.

KUHP Negara Korea Selatan, Pasal 10 (2), yang juga di kenal sebagai “Sim Sin Mi Yak”, mengatakan pengadilan dapat mengurangi hukuman ketika seseorang tidak sadar diri. Tidak sadar tersebut termasuk karena gangguan jiwa, tidak dapat melakukan diskriminasi atau mengontrol keinginannya. Sementara itu, undang-undang “Joo Chi Gam Hyung” menyatakan bahwa “penyalahgunaan zat” merusak kondisi mental seseorang.

Terbukti pada Oktober 2019, seorang pria berusia 26 tahun menjalani pengurangan hukuman dari tiga tahun penjara menjadi empat tahun masa percobaan karena melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswa. Pembela menyatakan bahwa dia mabuk pada saat kejadian.

BACA JUGA  Amerika Serikat : CDC Mengeluarkan Perintah Wajib Pengunaan Masker di Transpotasi Umum

Hal ini memicu kemarahan publik yang merasa di “perkosa” hak-hak nya untuk merasakan keamanan bagi keluarga dan kerabatnya. Pembebasan Cho telah memicu ketakutan dan kecemasan publik di Korea Selatan. Lebih dari 600.000 orang menandatangani petisi di situs web kepresidenan Gedung Biru. Mereka menyerukan pengadilan ulang dan menentang penerimaannya kembali ke masyarakat. Tapi pemerintah menolak.

Kemarahan publik terlihat ketika Cho, yang kini berusia 68 tahun, kembali ke kediaman istrinya di Ansan pada 12 Desember. Massa yang besar muncul sambil berteriak, “Eksekusi dia!” dan “mengebiri dia!”.

Artikel ini mengutip sebagian data dari BBC News.

Amerika : Trump Membawa Kita Selangkah Menuju Global Warming

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menyelesaikan rencananya untuk membuka wilayah luas di wilayah Alaska Arktik yang pernah dilindungi untuk pengembangan minyak.

“Pemerintahan ini berpegang teguh pada pendekatan yang buruk dan destruktif terhadap yang semata-mata untuk pengembangan minyak,” kata David Krause, asisten direktur Alaska untuk The Wilderness Society, dalam sebuah pernyataan.

Biro Pengelolaan Tanah AS pada hari Senin merilis rencananya untuk Cadangan Minyak Nasional di Alaska (NPR-A), sebidang tanah seluas 23 juta acre (9,3 juta hektar) di barat North Slope. Rencana yang di tandatangani oleh Sekretaris Dalam Negeri David Bernhardt pada 21 Desember. Hal ini memungkinkan penjualan sewa untuk dilanjutkan di bawah standar.

Rencana Trump memungkinkan penyewaan di Danau Teshekpuk yang luas, danau terbesar di Alaska Arktik, dan surga bagi burung dan satwa liar yang bermigrasi. Padahal danau Teshekpuk telah dilarang untuk disewa sejak pemerintahan Reagan.

Artikel ini mengutip sebagian data dari Al-Jazera News.

India : Memusnahkan Puluhan Ribu Unggas Karena Wabah Flu Burung

Puluhan ribu unggas akan di sembelih di India setelah wabah flu burung yang mematikan ditemukan. Wabah tersebut telah membunuh banyak burung di seluruh negeri, kata para pejabat pada hari Selasa. H5N8, subtipe flu burung pada unggas dan burung liar, telah menyebar ke beberapa negara sejak awal tahun lalu.

“Dalam seminggu terakhir di danau Pong melintas 2.400 burung migran. Lebih dari 600 burung mati pada hari Senin, “kata kepala satwa liar negara bagian Archana Sharma kepada AFP.

BACA JUGA  Amerika : Peralihan Massal Ke Aplikasi Signal Setelah WhatsApp Merubah Kebijakan Privasi

Di negara bagian Haryana utara, pihak berwenang mengatakan hampir 150.000 ayam mati secara misterius di beberapa peternakan unggas di distrik Barwala. Punjab juga melaporkan kematian serupa.

Lebih dari 20 peternakan mengatakan ternak mereka dimusnahkan oleh “penyakit yang tidak diketahui” dan sampel telah dikirim ke laboratorium untuk diuji. Rajasthan Barat dan negara bagian Madhya Pradesh tengah juga telah melaporkan ratusan kematian gagak yang disebabkan oleh H5N1 dan H5N8 selama beberapa minggu terakhir. Rajasthan telah melihat hampir 4.500 burung gagak dan bangau mati selama beberapa bulan karena flu burung.

Artikel ini mengutip sebagian data dari Al-Jazera News.

China : Mencoba Mengkerdilkan Raksasa Fintech Alibaba

Pan Gongsheng, wakil gubernur bank sentral China, mengatakan tata kelola perusahaan Ant “tidak sehat” dan memerintahkannya untuk “kembali ke asalnya” sebagai penyedia layanan pembayaran. Pihak berwenang di Beijing, yang pada Malam Natal memerintahkan penyelidikan atas tuduhan “praktik monopoli” oleh raksasa ritel online Ma.

Sebelumnya Jack Ma menuduh regulator keuangan China dan bank milik negara mengoperasikan mentalitas “pegadaian” pada pertemuan puncak terkenal di Shanghai. Pidato blak-blakan itu dia berikan pada Bund Summit di Shanghai pada 24 Oktober, mengkritik peraturan yang sombong dan dominasi perbankan oleh negara.

“Kita seharusnya tidak menggunakan cara untuk mengelola stasiun kereta api untuk mengatur bandara,” kata Ma, menurut transkrip . “Kami tidak bisa mengatur masa depan dengan cara kemarin.

“Tidak mungkin mentalitas “pegadaian” mendukung permintaan finansial dari pembangunan global selama 30 tahun ke depan,” kata Jack Ma. “Kami harus memanfaatkan kemampuan teknologi kami saat ini dan membangun sistem kredit berdasarkan data besar (Big Data System), untuk menghilangkan mentalitas pegadaian.”

Pada bulan November, Ant Group sedang mempersiapkan penawaran umum, di tutup oleh Beijing tepat 48 jam sebelum perdagangan dimulai di Shanghai dan Hong Kong.

Artikel ini mengutip sebagian data dari The Guardian News.

Advertisement