Kongo : Enam Ranger Penjaga Hutan Tewas

0
14
Children stand near a charcoal production furnace as part of the WWF (World Wildlife Fund) Ecomakala project to reduce illegal charcoal production, in Burungu, northeastern Democratic Republic of Congo, on September 28, 2019. - In North Kivu province, illegal logging is one of the main threats to the conservation of Virunga National Park and its trade is an important source of income for armed groups. (Photo by ALEXIS HUGUET / AFP) (Photo by ALEXIS HUGUET/AFP via Getty Images)

Pria bersenjata telah menewaskan enam penjaga hutan di Taman Nasional Virunga. Sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO di Republik Demokratik Kongo (DRC), menurut pihak berwenang.

“Penyelidikan awal menunjukkan bahwa para Ranger terkejut dan tidak memiliki berkesempatan untuk membela diri, dan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan itu adalah kelompok Mai-Mai setempat,” kata otoritas taman dalam sebuah pernyataan.

“Taman Nasional Virunga sangat menyesalkan hilangnya nyawa yang tragis di antara para Rangernya, yang bekerja tanpa lelah dan dengan dedikasi untuk melindungi Taman dan komunitas tetangga dari tirani kelompok bersenjata. Pengorbanan mereka tidak akan dilupakan atau sia-sia.”

Institut Konservasi Alam Kongo mengatakan serangan itu terjadi di daerah antara Nyamitwitwi dan Nyamilma, dekat Kabuendo, yang terletak di sektor pusat taman. Viruga mencakup sekitar 7.800 kilometer persegi (3.000 mil persegi). Wilayah ini adalah rumah bagi sekitar seperempat populasi gorila gunung yang sangat terancam punah di dunia.

Taman yang di resmikan pada tahun 1925 ini telah terjebak dalam kerusuhan terus-menerus yang telah melanda Kongo timur. Hal tersebut memperlihatkan serangan berulang oleh kelompok pemberontak, milisi dan pemburu liar.

BACA JUGA  Zhang Zhan : Jurnalis Independen China Dihukum 4 Tahun Penjara

Hampir 700 ranger bersenjata bekerja di Virunga. Laporan mengatakan setidaknya 200 orang telah tewas dalam serangan lebih dari 10 tahun. Pada April 2020, penyergapan di dekat taman menewaskan 12 ranger dan lima warga sipil dan melukai beberapa lainnya.