Iraq : Seorang Polisi Tewas dan Puluhan Terluka Setelah Bentrokan Demonstrasi Terjadi

0
5
Demonstran Irak digambarkan dengan ban yang terbakar selama bentrokan dengan polisi selama demonstrasi anti-pemerintah di kota Nasiriyah di provinsi Dhi Qar di Irak selatan pada 10 Januari 2021. - Seorang polisi tewas hari ini di Irak, kata tentara, ketika pasukan keamanan menembak untuk membubarkan hari ketiga berturut-turut protes di kota Nasiriyah, menurut petugas medis. (Foto oleh Asaad NIAZI / AFP) (Foto oleh ASAAD NIAZI/AFP via Getty Images)

Seorang polisi telah tewas dan puluhan orang terluka dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran anti-pemerintah di Irak selatan. Kekerasan itu meletus di Alun-alun Haboubi di kota Nasiriya pada hari Minggu setelah penangkapan aktivis baru-baru ini di provinsi Dhi Qar.

Para saksi mata mengatakan pasukan keamanan berusaha membubarkan demonstran dari alun-alun kota yang berfungsi sebagai episentrum gerakan protes di mulai pada Oktober 2019. Puluhan demonstran membakar ban mobil dan memblokir jalan utama di kota itu. Para pejabat mengatakan setidaknya 18 demonstran terluka dan lebih dari 40 pasukan keamanan terluka.

Protes anti-pemerintah di selatan Irak yang di dominasi Syiah terus berlanjut secara sporadis. Ini terjadi bahkan ketika protes di Baghdad memudar dengan penyebaran virus corona dan tindakan keras pemerintah.

Demonstran anti-pemerintah menduduki kembali alun-alun pada hari Jumat, menuntut pembebasan rekan-rekan yang telah di tangkap dalam beberapa pekan terakhir.

Penculikan, pembunuhan yang di targetkan dan penangkapan para pemimpin protes terus berlanjut. Selain menuntut di akhirinya korupsi politik, demonstran menginginkan pekerjaan dan meningkatkan layanan publik. Tetapi kemampuan negara untuk membiayai tuntutan ini terbentur oleh krisis ekonomi, termasuk defisit fiskal.

BACA JUGA  Amerika : Donald Trump Menyetujui Deklarasi Darurat Ibukota Amerika Serikat

Pemerintah saat ini, yang di pimpin oleh Mustafa al-Kadhimi, bergulat dengan krisis ekonomi yang mendalam. Krisis ini di perparah dengan turunnya harga minyak, sumber utama pendapatan Irak, serta pandemi COVID-19.