China : Membangun Rumah Sakit Setelah Wabah Covid-19 Kembali Muncul

0
35
(Sumber Gambar : pixabay.com)

China telah membangun rumah sakit 1.500 kamar untuk pasien COVID-19 hanya dalam lima hari setelah lonjakan infeksi dilaporkan di sebuah kota di selatan Beijing.

Rumah sakit ini adalah yang pertama selesai dari enam yang di targetkan. Rumah sakit ini di lengkapi dengan total 6.500 kamar dan di bangun di Nangong, provinsi Hebei, kata Kantor Berita Xinhua hari Sabtu. Fasilitas sementara ini akan selesai dalam waktu satu minggu ke depan.

Otoritas kesehatan China membuat lebih dari 28 juta orang dalam lockdown. Saat ini mereka memerangi gelombang baru virus corona di Nangong dan ibukota provinsi Hebei, Shijiazhuang.

Dalam seminggu terakhir, China telah melihat jumlah kasus harian melonjak ke level tertinggi 10 bulan. Pada hari Sabtu, negara itu melaporkan 130 kasus baru. Dari kasus-kasus itu, 115 adalah infeksi lokal, 90 di antaranya berada di provinsi Hebei

23 kasus lainnya di temukan di provinsi Heilongjiang timur laut sementara dua kasus di laporkan di Beijing. Jumlah total kasus tetap jauh di bawah puncak wabah awal pada awal 2020. Tetapi kekhawatiran semakin bertambah karena liburan Tahun Baru Imlek sebulan lagi.

BACA JUGA  WHO : Vaksin Tidak Akan Menghilangkan Covid-19

Dari Mana Wabah Ini Berasal?

Komisi Kesehatan Nasional (NHC) mengatakan bahwa wabah baru-baru ini berasal dari pelancong atau terkontaminasi impor pangan beku.

“Sejak Desember 2020, klaster epidemi telah terjadi di Beijing, Sichuan, Liaoning, Hebei dan Heilongjiang,” kata sebuah pernyataan yang di posting di situs web NHC, mengutip Menteri NHC Ma Xiaowei.

“Mereka terutama memiliki karakteristik berikut. Pertama, mereka semua di impor dari luar negeri, yang di sebabkan oleh pelancong dari luar negeri, atau impor makanan beku yang terkontaminasi.”